Netanyahu Cuma 24 Jam di New York untuk Sidang PBB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan melakukan kunjungan singkat ke New York, Amerika Serikat (AS), untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Netanyahu diperkirakan berada di New York selama sekitar 24 jam, yakni tiba pada Rabu (23/9/2026) malam dan kembali ke Israel pada Kamis (24/9/2026) malam.
Kunjungan tersebut berlangsung di tengah kontroversi setelah Wali Kota New York Zohran Mamdani sebelumnya menyerukan penangkapan Netanyahu terkait dugaan kejahatan perang Israel di Jalur Gaza.
Baca Juga: Cicilan Rp1 T, Utang Whoosh Direstrukturisasi 80 Tahun
Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon mengatakan Netanyahu akan menyampaikan pidato di hadapan Majelis Umum PBB pada Kamis sore.
“Bagi kami, penting bahwa perdana menteri akan datang,” kata Danon.
Mamdani Sempat Serukan Penangkapan Netanyahu
Mamdani sebelumnya menyebut Netanyahu sebagai penjahat perang dan menyerukan penangkapannya berdasarkan surat perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang diterbitkan pada November 2024.
Dalam surat perintah tersebut, ICC menyatakan Netanyahu menggunakan kelaparan sebagai metode perang dengan membatasi bantuan kemanusiaan serta melakukan serangan yang ditujukan terhadap warga sipil.
Namun, Mamdani kemudian menarik seruan tersebut setelah menyadari bahwa pemerintah Kota New York tidak memiliki kewenangan untuk menangkap Netanyahu.
AS dan Israel diketahui bukan anggota ICC. Pemerintahan Presiden Donald Trump juga telah menjatuhkan sejumlah sanksi terhadap pejabat ICC sebagai bagian dari upaya menentang lembaga tersebut.
Meski demikian, Mamdani tetap mendorong pemerintah federal AS untuk mengambil tindakan terhadap Netanyahu.
Baca Juga: Dibantah Iran, soal Mojtaba Khamenei Punya Apartemen Mewah di London
Netanyahu Diperkirakan Hadapi Aksi Protes
Danon mengatakan kedatangan Netanyahu berlangsung dalam situasi yang sensitif. Sidang tahunan PBB yang diikuti para pemimpin dari 193 negara anggota dijadwalkan berlangsung pada 22-28 September.
Agenda tersebut juga bertepatan dengan hari-hari besar Yahudi dan masa kampanye pemilu di Israel, ketika Netanyahu berupaya mempertahankan posisinya sebagai perdana menteri.
:
Danon memperkirakan akan ada aksi protes terhadap Netanyahu selama kunjungannya. Menurut dia, demonstrasi tersebut berpotensi menambah kekacauan di jalan-jalan New York selama pekan pertemuan tingkat tinggi PBB.
Pada tahun lalu, sejumlah besar delegasi meninggalkan ruang sidang Majelis Umum PBB ketika Netanyahu mulai menyampaikan pidatonya.
Danon memperkirakan kejadian serupa dapat kembali terjadi tahun ini. Namun, ia menilai Netanyahu telah berpengalaman menghadapi situasi tersebut dan tetap akan menyampaikan pidatonya.
“Saya yakin dia akan menyampaikan pidatonya meskipun ada upaya-upaya tersebut,” kata Danon.
