OJK Soroti Generasi Bantat, Usia Produktif Tapi Belum Mandiri
Istilah generasi sandwich selama ini dikenal luas sebagai kelompok usia produktif yang harus menanggung beban ekonomi dua generasi sekaligus. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkenalkan istilah baru yang dinilai tak kalah mengkhawatirkan, yakni generasi bantat.
Direktur Edukasi dan Literasi Keuangan OJK, Cecep Setiawan, menjelaskan bahwa generasi bantat merujuk pada individu usia produktif yang belum mampu mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri. Kondisi ini berpotensi menjadi masalah serius di masa depan, terutama ketika mereka masih bergantung pada orang tua yang seharusnya sudah memasuki masa pensiun.
Baca Juga : Fenomena January Effect yang Dinanti Investor, Apa Itu?
Menurut Cecep, generasi yang seharusnya tumbuh mandiri justru mengalami stagnasi. Alih-alih mampu menopang diri sendiri atau membantu orang lain, kelompok ini terus bergantung pada dukungan finansial keluarga tanpa menunjukkan perkembangan kemandirian ekonomi.
OJK menilai, fenomena generasi bantat dapat dicegah sejak dini melalui edukasi dan literasi keuangan yang tepat. Peran orang tua menjadi kunci utama dalam membentuk kebiasaan finansial anak-anak, mulai dari pemahaman dasar tentang uang hingga pengelolaan keuangan yang bijak.
Cecep menekankan bahwa orang tua, khususnya ibu, memiliki peran strategis dalam menanamkan kebiasaan finansial positif kepada anak. Melalui pembiasaan menabung, perencanaan keuangan, hingga pengenalan investasi, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mandiri secara ekonomi dan tidak bergantung secara berlebihan di usia produktif.
Ia menegaskan bahwa literasi keuangan bukan sekadar pengetahuan teknis, melainkan bekal penting untuk membangun kemandirian dan mencegah munculnya generasi yang tertahan perkembangannya secara ekonomi di masa depan.
Baca Juga : KPR atau Kontrak Rumah, Mana Pilihan Terbaik Saat Ini?

[…] Baca Juga: OJK Soroti Generasi Bantat, Usia Produktif Tapi Belum Mandiri – Economix […]