Perang AS-Iran Meluas, Houthi Serang 4 Kota Saudi
Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat dengan dampak yang semakin meluas di kawasan Teluk. Kelompok Houthi di Yaman melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Arab Saudi, sementara militer AS mengklaim telah menghancurkan lima kapal tanker minyak milik Iran.
Houthi yang dikenal sebagai kelompok yang mendapat dukungan Iran mengatakan serangan dilakukan menggunakan drone dan rudal. Sasaran serangan mencakup pangkalan udara di Khamis Mushait serta fasilitas perusahaan minyak milik pemerintah Arab Saudi di Abha, Najran, dan Jazan.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas minyak dan membuat 73 orang terluka, termasuk perempuan dan anak-anak.
Fasilitas Minyak Saudi Terbakar
Otoritas Arab Saudi melaporkan munculnya kebakaran di beberapa titik setelah serangan Houthi. Dampak serangan juga terlihat melalui citra satelit NASA.
Baca Juga : AS Hadapi Perang Ekonomi, Iran Ancam Blokade Teluk Persia
Dalam citra tersebut, terlihat kepulan asap hitam di atas kilang minyak Jazan. Sementara itu, asap putih tampak membumbung dari pusat distribusi minyak di Abha.
Kondisi tersebut menunjukkan serangan tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga berdampak terhadap infrastruktur energi penting Arab Saudi.
Di sisi lain, AS mengumumkan telah menghancurkan lima kapal pengangkut minyak mentah Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut empat kapal dihantam di kawasan Teluk Oman, sedangkan satu kapal lainnya menjadi sasaran di sekitar Pulau Kharg.
Menurut AS, kapal-kapal tersebut memiliki kaitan dengan jaringan yang disebut memberikan pendanaan kepada Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
“Iran terus berupaya menyerang kapal-kapal angkatan laut AS, dan setiap kali mereka melakukan atau mencoba melakukan hal itu, mereka akan kehilangan kapal tanker,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke Kolombia, seperti dikutip Reuters, Rabu (9/9/2026).
Iran Klaim Serang Pangkalan AS di Yordania
Iran kemudian menyatakan telah melakukan serangan balasan dengan meluncurkan rudal balistik ke pangkalan militer AS di sekitar Al Azraq, Yordania bagian timur.
Namun, klaim tersebut belum mendapat konfirmasi langsung dari pemerintah Yordania maupun militer AS.
Ketegangan semakin meningkat setelah Iran juga mengeluarkan ancaman untuk menargetkan kapal tanker minyak yang berada di pelabuhan Kuwait dan Bahrain.
Sementara itu, CENTCOM mengatakan seluruh awak kapal tanker yang menjadi sasaran telah diperintahkan untuk meninggalkan kapal sebelum serangan dilakukan.
“Pasukan Amerika memerintahkan awak kapal untuk meninggalkan kapal sebelum kapal-kapal itu dihantam dan dibuat tidak dapat beroperasi lagi,” kata pernyataan tersebut.
Harga Minyak Brent Kembali Melonjak
Rangkaian serangan terbaru turut mengguncang pasar energi global. Harga minyak Brent naik ke level tertinggi sejak 23 Juli, meski masih berada di bawah US$100 per barel.
Meluasnya serangan hingga wilayah Arab Saudi serta ancaman terhadap kapal tanker dan jalur pelayaran meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi.
Baca Juga : Kanada Naikkan Tarif Produk AS Sampai 50 Persen!
Situasi tersebut menjadi semakin serius karena kawasan Teluk merupakan salah satu pusat penting produksi dan perdagangan minyak dunia. Gangguan terhadap infrastruktur energi maupun jalur pelayaran dapat memberikan tekanan terhadap pasokan dan harga minyak global.
Di tengah eskalasi militer tersebut, Washington juga terus meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran. AS memberlakukan sanksi baru terhadap sektor penerbangan Iran sekaligus berupaya membatasi kemampuan negara tersebut dalam mengekspor minyak.
Dengan serangan yang semakin menyebar dan ancaman terhadap kapal-kapal energi, konflik AS-Iran kini berpotensi memberikan dampak yang jauh lebih luas terhadap keamanan kawasan serta stabilitas pasar energi dunia.
