Potensi Besar! Kelapa dan Gambir Bisa Bikin RI Kaya jika Diolah Maksimal!
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan peningkatan nilai tambah ekonomi hingga Rp5.000 triliun melalui program hilirisasi komoditas pertanian. Program ini mencakup berbagai produk unggulan nasional, mulai dari kelapa hingga gambir.
Menurut Amran, pemerintah ingin mengubah pola ekspor komoditas pertanian yang selama ini masih didominasi bahan mentah. Ke depannya, komoditas tersebut diharapkan dapat diproses terlebih dahulu menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri sebelum dipasarkan ke luar negeri.
Baca Juga : Prabowo Siapkan Utusan Presiden untuk Awasi BUMN, Kenapa?
Ia menyebut salah satu komoditas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui hilirisasi adalah gambir. Indonesia diketahui menguasai sebagian besar pasar gambir dunia, namun ekspor masih dilakukan dalam bentuk bahan baku.
“Dari UNAN (Universitas Andalas), Gambir. Insya Allah pabriknya Gambir, kita menguasai pasar dunia itu 80%. Tapi kita ekspor bahan baku. Harusnya hilirisasi, itulah perintah Bapak Presiden,” kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Amran menjelaskan bahwa melalui hilirisasi, nilai tambah dari komoditas tersebut dapat dinikmati di dalam negeri, bukan hanya oleh negara tujuan ekspor.
“Seluruh komoditas ini kita hilirisasi. Nah, hilirisasi ini nanti added valuenya di Indonesia. Dihitung sampai Rp5.000 triliun, yang hitung adalah Pak Rektor dari UNAN, fokus pada Gambir. Ini bisa jadi tinta, bisa jadi sampo, bisa jadi sabun, dan seterusnya,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai produk turunan dari komoditas pertanian seharusnya diproduksi di dalam negeri terlebih dahulu sebelum dikirim ke pasar internasional.
Ia menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi tidak hanya diterapkan pada gambir, tetapi juga akan diperluas ke berbagai komoditas lain di sektor pertanian.
“Intinya adalah seluruh komoditas dalam negeri, sektor protein maupun sektor lain, itu kita hilirisasi sehingga ini bisa mengantar Indonesia menjadi negara super power. Negara yang besar,” ujarnya.
Selain gambir, Amran juga menyoroti potensi besar dari hilirisasi komoditas kelapa. Menurutnya, jika seluruh produk turunan kelapa diolah di dalam negeri, nilai ekonominya dapat mencapai ribuan triliun rupiah.
“Bayangkan, dari kelapa itu kita hilirisasi nilainya bisa sampai air kelapa dengan kelapanya, itu totalnya bisa Rp5.000 triliun. Kemudian Gambir bisa Rp5.000 triliun. Ini hitungan dosen,” katanya.
Pemerintah juga melihat peluang besar dari pengolahan lebih lanjut minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO), yang selama ini menjadi salah satu komoditas ekspor utama Indonesia.
Amran menyatakan optimistis bahwa dominasi Indonesia yang menguasai sekitar 60% pangsa pasar dunia membuka peluang besar jika komoditas tersebut difokuskan pada hilirisasi. Menurutnya, pengolahan menjadi produk bernilai tambah dapat membuka lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan devisa negara, mendorong pertumbuhan PDB, hingga membantu menekan angka kemiskinan.
Baca Juga : Bahas Situasi Timur Tengah, Prabowo Hubungi MBS!
