Prabowo Panggil Amran di Tengah Konflik Arab, Ada Apa?
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, memastikan ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga meski situasi geopolitik global memanas akibat konflik Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Ia menegaskan produksi dan stok pangan nasional berada dalam kondisi terkendali.
“Saya baru habis keliling (Indonesia), ngecek, memastikan bahwa produksi beras kita aman. Kita harus pastikan dengan kondisi geopolitik yang tidak menentu. Ini hampir pasti harga bahan baku bisa naik, seperti pupuk. Makanya kita antisipasi pangan kita cukup, protein kita cukup. Indonesia aman,” ujar Amran dalam Konferensi Pers di kantornya, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga : RI Sepakat Kembangkan Pembangkit Nuklir Mini dengan AS dan Jepang
Menurut Amran, isu ketahanan pangan juga menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto. Ia mengaku sempat mendapat pertanyaan khusus mengenai ketersediaan pangan nasional.
“Saya sempat ditanya Pak Presiden, pangan kita lebih dari cukup. Ingat pangan yang menjadi sangat inti, pangan kita untuk Indonesia (adalah) karbohidrat dan beras,” katanya.
Meski mengakui konflik Timur Tengah berpotensi berdampak pada harga bahan baku global, Amran tetap optimistis kondisi dalam negeri stabil.
“Iya, pasti ada pengaruhnya, tetapi kita berdoa supaya kita damai-damai saja. Kita doakan supaya antara Israel dengan Iran, Amerika, ada perdamaian, ada kesepakatan. Karena damai itu adalah indah,” sebut dia.
Dari sisi stok, pemerintah mencatat ketersediaan beras dalam jumlah besar. Komoditas utama konsumsi masyarakat tersebut disebut berada pada level tertinggi sepanjang sejarah, diperkirakan mencapai 3,7 juta ton.
Ia juga menyampaikan pembaruan data terkini hasil pengecekan langsung. Berdasarkan pengecekan terbaru pada pagi hari, stok beras nasional telah mencapai 3,67 juta ton. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 5 juta ton pada April mendatang tanpa adanya impor.
Namun, kapasitas gudang yang tersedia saat ini hanya mampu menampung sekitar 3 juta ton. Karena itu, pemerintah meminta tambahan sewa gudang dengan kapasitas 2 juta ton guna mengantisipasi lonjakan pasokan beras agar tidak kekurangan tempat penyimpanan.
Amran menambahkan, pola konsumsi masyarakat Indonesia cukup fleksibel karena tersedia berbagai alternatif substitusi pangan.
“Pangan itu beras yang menjadi inti dari kita, kalau yang lain kita masih bisa cari subtitusinya. Kalau nggak ada daging bisa telur, kalau nggak ada telur bisa ikan. Kalau karbohidrat kita bisa subtitusi ke ubi dan singkong untuk pangan orang Indonesia. Dan pangan beras yang lainya sayuran dan lainnya garam,” terang dia.
Ia menegaskan capaian swasembada sejumlah komoditas strategis menjadi fondasi utama ketahanan pangan nasional.
“Swasembada beras kita sudah dominan, apalagi ada telur, ada ayam, jagung. Aman sudah,” tegasnya.
Baca Juga : Ini Strategi Antisipasi Krisis Minyak RI Karena Perang

[…] Prabowo Panggil Amran di Tengah Konflik Arab, Ada Apa? […]