Ekspor Beras ke Saudi Terhenti Usai Selat Hormuz Ditutup?
Di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan laporan penutupan Selat Hormuz oleh Iran, pemerintah memastikan ekspor beras Indonesia ke Arab Saudi tetap berlangsung sesuai jadwal. Sebanyak 2.280 ton beras dijadwalkan dikirim dalam waktu dekat.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan situasi geopolitik tidak mengganggu agenda tersebut. Ia memastikan kondisi sektor pertanian dan peternakan nasional tetap stabil.
Baca Juga : Prabowo Panggil Amran di Tengah Panasnya Konflik Arab, Kenapa?
“Ekspor berasnya (ke Arab Saudi) tanggal 7 (Maret), hari Sabtu,” kata Amran saat ditemui di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Ia juga menepis kekhawatiran bahwa konflik Israel-Iran berdampak pada produksi pangan dalam negeri.
“(Peternakan dan pertanian Indonesia) tidak terganggu, aman-aman,” ujarnya.
Menurut Amran, pemerintah tetap melanjutkan pengiriman 2.280 ton beras dan berharap proses ekspor berjalan lancar. Meski demikian, ia mengakui dinamika global berpotensi mempengaruhi harga bahan baku.
“Ini hampir pasti harga bahan baku bisa naik. Makanya kita antisipasi pangan kita cukup, protein kita cukup, Indonesia aman,” ucap dia.
Pengiriman ini merupakan bagian dari kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, sebelumnya menyebut langkah tersebut sebagai ekspor perdana beras Indonesia ke negara itu.
Distribusi dilakukan dalam dua tahap, yakni akhir Februari dan awal Maret 2026. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan volume 2.280 ton telah disesuaikan dengan permintaan Kementerian Haji Arab Saudi serta melalui koordinasi lintas kementerian dan prosedur ekspor yang berlaku.
Sementara itu, ketegangan kawasan meningkat setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz. Seorang komandan di Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) bahkan menyampaikan ancaman terhadap kapal yang mencoba melintas.
“Selat itu ditutup. Jika ada yang mencoba melewatinya, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal itu,” kata Ebrahim Jabari, penasihat senior untuk panglima tertinggi IRGC, dimuat Selasa (3/3/2026).
Baca Juga : Iran Diserang, Tapi China dan Rusia Belum Membantu?

[…] Ekspor Beras ke Saudi Terhenti Usai Selat Hormuz Ditutup? […]
[…] Ekspor Beras ke Saudi Terhenti Usai Selat Hormuz Ditutup? […]