Roblox Diblokir Permanen di Rusia, Ini Penjelasan Pemerintah
Pemerintah Rusia resmi memblokir akses ke platform gim Roblox dan menyatakan langkah tersebut diberlakukan permanen.
Otoritas setempat menuding Roblox mendistribusikan materi ekstremis, mempromosikan propaganda LGBT, dan berpotensi merusak perkembangan moral anak-anak.
Dalam keterangan, badan pengawas komunikasi Rusia menyebut Roblox mengandung “konten tidak pantas yang bisa berdampak negatif pada perkembangan spiritual dan moral anak.”
Kebijakan ini menambah daftar panjang negara yang mengambil langkah pembatasan terhadap gim populer itu.
Baca Juga: Usai Kritik Starmer, Hubungan Inggris-China Memanas
Roblox, melalui juru bicara resminya, menyampaikan bahwa perusahaan menghormati aturan setiap negara tempat mereka beroperasi.
Namun mereka menekankan bahwa Roblox pada dasarnya dirancang sebagai ruang aman dan positif untuk belajar, berkreasi, dan terhubung.
“Kami berkomitmen pada keamanan dan memiliki serangkaian langkah keamanan proaktif dan preventif untuk menangkap serta mencegah konten berbahaya di platform kami,” ujar pihak Roblox.
Platform asal Amerika Serikat ini memiliki rata-rata 151,5 juta pengguna aktif harian pada kuartal ketiga, dengan persentase besar berasal dari kelompok usia anak-anak dan remaja.
Sebelum Rusia, Irak dan Turki juga telah melarang Roblox karena kekhawatiran eksploitasi anak.
Baca Juga: Terungkap Alasan Purbaya Terus Tambah Uang di Perbankan
Rencana Verifikasi Usia Berbasis Wajah di Roblox
Sebelum pemblokiran terjadi, Roblox baru saja mengumumkan sistem verifikasi usia berbasis wajah yang akan diluncurkan tahun depan.
Fitur ini digunakan untuk menentukan akses obrolan berdasarkan kelompok usia, yakni mulai dari U9 hingga 21+.
Dalam penjelasannya, Roblox memberi contoh bahwa pengguna berusia perkiraan 12 tahun hanya dapat berkomunikasi dengan pemain lain usia 15 tahun ke bawah, sementara pengguna berusia 18 tahun diperbolehkan mengakses obrolan dengan pemain 16 tahun ke atas.
Untuk anak di bawah 9 tahun, fitur obrolan tidak aktif secara otomatis dan hanya dapat diaktifkan melalui persetujuan orang tua.
Selain itu, Roblox membatasi akses obrolan luar gim bagi pemain di bawah 13 tahun. Sistem verifikasi identitas akan diterapkan berbeda-beda menyesuaikan regulasi tiap negara.
Baca Juga: Purbaya, Danantara dan DPR Sepakat Ubah Skema Subsidi 2026
Meski menghadapi pemblokiran di sejumlah negara, Roblox menegaskan akan terus meningkatkan keamanan platform sambil mempertahankan ruang bermain yang aman bagi komunitas globalnya.

[…] Roblox Diblokir Permanen di Rusia, Ini Penjelasan Pemerintah […]