Saudi dan UEA Isyaratkan Hubungan Kembali Menghangat
Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) memperlihatkan indikasi membaiknya hubungan bilateral setelah beberapa bulan diwarnai ketegangan. Sinyal tersebut terlihat dari unggahan bernada serupa yang dibagikan pejabat tinggi kedua negara melalui media sosial pada Selasa (21/7/2026).
Unggahan itu dipublikasikan hampir bersamaan oleh Menteri Media Arab Saudi, Salman Al-Dosary, dan Ketua Otoritas Media Nasional UEA, Abdulla bin Mohammed Alhamed, sekitar pukul 19.00 waktu Riyadh.
Baca Juga : Anwar Ungkap Sedang Selidiki “Kampung Israel di Malaysia”
Dilansir dari Kompas yang mengutip The Jerusalem Post, Alhamed menyatakan bahwa hubungan antara UEA dan Arab Saudi merupakan kelanjutan dari sejarah panjang serta ikatan persaudaraan yang telah terjalin erat di antara kedua bangsa dengan tujuan bersama.
Sementara itu, Al-Dosary menegaskan hubungan kedua negara dibangun di atas fondasi sejarah, warisan bersama, serta kepemimpinan yang dinilai bijaksana di Riyadh maupun Abu Dhabi.
Kedua pejabat tersebut juga sepakat bahwa media seharusnya menjadi sarana yang memperkuat nilai persaudaraan, bukan menyebarkan narasi yang berpotensi merusak hubungan bilateral.
Ketegangan Saudi-UEA Sempat Memanas
Hubungan Arab Saudi dan UEA dalam beberapa tahun terakhir diwarnai sejumlah perbedaan kepentingan, mulai dari kebijakan kuota produksi minyak hingga berbagai isu geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan semakin mencuat pada akhir tahun lalu ketika Riyadh dan Abu Dhabi mendukung kelompok yang berbeda dalam konflik Yaman. Perselisihan mencapai puncaknya setelah Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap pengiriman peralatan militer yang disebut sebagai bantuan UEA kepada faksi Yaman yang didukung Abu Dhabi.
Situasi tersebut memicu perdebatan terbuka di media sosial antara tokoh, pengamat, hingga media dari kedua negara.
Pada Maret lalu, UEA juga memblokir akun X milik stasiun televisi Al-Arabiya yang berbasis di Arab Saudi. Selain itu, kedua negara sempat memiliki pandangan berbeda terkait respons terhadap perang Iran yang berdampak pada stabilitas kawasan Teluk.
Perbedaan lainnya muncul ketika UEA memutuskan keluar dari OPEC pada Mei lalu, organisasi produsen minyak yang selama ini dipandang dipimpin secara dominan oleh Arab Saudi.
Foto Pejabat Senior Perkuat Isyarat Rekonsiliasi
Direktur Jenderal Dubai Public Policy Research Center, Mohammed Baharoon, menilai hubungan kedua negara kemungkinan telah memasuki fase penyesuaian baru. Menurutnya, kepentingan strategis yang dimiliki Arab Saudi dan UEA jauh lebih besar dibandingkan berbagai perbedaan yang sempat muncul.
Dalam beberapa pekan terakhir, negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) juga terus menyerukan persatuan menghadapi meningkatnya ancaman keamanan kawasan, termasuk serangan Iran dan ancaman kelompok Houthi terhadap jalur pelayaran di Laut Merah.
Baca Juga : Malaysia Pernah Minta Indonesia Tidak Hentikan Ekspor Kelapa, Kenapa?
Sekitar satu jam sebelum unggahan kedua pejabat media tersebut, Turki Alalshikh, tokoh yang dikenal dekat dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, membagikan foto Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman bersama Wakil Presiden UEA Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan.
Dalam foto tersebut, keduanya tampak saling merangkul sambil tersenyum. Turki menyertai unggahan itu dengan keterangan, “Arab Saudi dan UEA: kisah hubungan persaudaraan dan kemitraan yang telah mengakar.”
Unggahan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Penasihat Diplomatik Presiden UEA, Anwar Gargash, yang mengutip sebuah peribahasa mengenai pentingnya persatuan.
“Tombak-tombak yang bersatu tak akan patah, tetapi akan patah jika tercerai-berai.”
Hingga kini, pemerintah Arab Saudi belum memberikan penjelasan resmi mengenai latar belakang munculnya unggahan serentak dari para pejabat senior kedua negara tersebut.

[…] Saudi dan UEA Isyaratkan Hubungan Kembali Menghangat […]