Sempat Dilarang Trump, AS Tetap Pakai Senjata Canggih Ini untuk Serang Iran
Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan masih memanfaatkan model kecerdasan buatan (AI) Claude milik Anthropic dalam operasi serangan terhadap Iran.
Hal ini tetap dilakukan walaupun Presiden Donald Trump sebelumnya telah menginstruksikan agar seluruh lembaga federal menghentikan penggunaan teknologi AI dari perusahaan tersebut.
Claude disebut digunakan dalam operasi pengeboman gabungan AS-Israel yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026).
Baca Juga: Tanggapi Penutupan Selat Hormuz, Impor Minyak AS Dipercepat
Sistem AI tersebut berperan dalam analisis intelijen, membantu menentukan target serangan, serta melakukan simulasi strategi di medan tempur.
Pemakaian teknologi ini memperlihatkan bahwa sistem AI telah terintegrasi kuat dalam berbagai operasi strategis militer AS.
Meski secara kebijakan politik kerja sama dengan Anthropic dihentikan, secara teknis pemisahan sistem tidak bisa dilakukan secara mendadak.
Sehari sebelumnya, Trump melalui platform Truth Social memerintahkan agar seluruh lembaga federal segera menghentikan penggunaan Claude.
Ia menyebut Anthropic sebagai perusahaan AI sayap kiri radikal yang dijalankan oleh orang-orang yang tidak tahu apa itu dunia nyata.
Ketegangan Dipicu Operasi Sebelumnya
Konflik antara pemerintah AS dan Anthropic disebut berawal dari penggunaan Claude dalam operasi militer pada Januari untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.
Anthropic membantah terlibat secara langsung dan menegaskan bahwa ketentuan layanan mereka melarang penggunaan AI untuk kepentingan kekerasan, pengembangan senjata, maupun aktivitas pengawasan.
Sejak saat itu, hubungan antara Gedung Putih, Pentagon, dan Anthropic dilaporkan semakin merenggang.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, melalui unggahan di platform X, menuding Anthropic bersikap arogan dan berkhianat.
Ia menegaskan bahwa prajurit Amerika tidak akan pernah disandera oleh keinginan ideologis perusahaan teknologi besar.
Hegseth juga meminta akses penuh tanpa batas terhadap seluruh model AI Anthropic untuk kepentingan yang sah.
Baca Juga: Akibat Perang Iran, Industri Tekstil RI Diambang Krisis Bahan Baku
Meski demikian, ia mengakui bahwa menghentikan penggunaan Claude secara langsung bukan perkara mudah karena sistem tersebut telah digunakan secara luas dalam berbagai operasi militer.
Pentagon dilaporkan masih akan memanfaatkan layanan Anthropic hingga enam bulan ke depan guna memastikan proses peralihan berjalan lancar.
Di sisi lain, perusahaan pesaing OpenAI disebut telah menggantikan posisi Anthropic. CEO OpenAI, Sam Altman, menyatakan telah menjalin kesepakatan dengan Pentagon untuk penggunaan model AI perusahaannya, termasuk ChatGPT, dalam jaringan militer yang bersifat rahasia.

[…] Sempat Dilarang Trump, AS Tetap Pakai Senjata Canggih Ini untuk Serang Iran […]