Sikapi Ancaman AS ke Iran, Rusia Wanti-wanti Dampak Serangan
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melancarkan serangan militer baru terhadap Iran. Ia menilai langkah tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi serius bagi stabilitas global.
Dalam wawancara yang dipublikasikan Rabu (18/2/2026), Lavrov menyerukan pengendalian diri serta solusi diplomatik yang memungkinkan Iran tetap menjalankan program nuklir untuk tujuan damai.
Ia menyoroti bahwa sejumlah serangan sebelumnya telah menyasar fasilitas nuklir Iran yang berada di bawah pengawasan International Atomic Energy Agency (IAEA), sehingga berisiko terhadap keamanan lingkungan dan kawasan.
Baca Juga : Prabowo Sebut AS Berperan Banyak Bantu RI di Masa Sulit
“Konsekuensinya tidak baik. Sudah ada serangan terhadap Iran di situs nuklir di bawah kendali Badan Energi Atom Internasional. Dari apa yang dapat kami nilai, ada risiko nyata terjadinya insiden nuklir,” ujar Lavrov dalam wawancara yang juga diunggah di situs resmi kementeriannya.
Lavrov juga mencermati respons negara-negara Arab dan monarki Teluk. Menurutnya, tidak ada pihak di kawasan yang menghendaki peningkatan ketegangan karena dampaknya bisa meluas.
“Saya mengamati dengan cermat reaksi di kawasan dari negara-negara Arab, monarki Teluk. Tidak ada yang menginginkan peningkatan ketegangan. Semua orang memahami bahwa ini adalah permainan api,” tegas diplomat senior Rusia tersebut.
Pernyataan itu disampaikan kepada televisi Al-Arabiya Arab Saudi, sehari setelah negosiator AS dan Iran menggelar pembicaraan tidak langsung di Jenewa guna meredakan krisis antara Washington dan Teheran.
Eskalasi terbaru dikhawatirkan mengganggu perbaikan hubungan diplomatik Iran dengan sejumlah negara kawasan, termasuk Arab Saudi. Di sisi lain, seorang pejabat senior AS menyebut Iran diharapkan segera mengajukan proposal tertulis usai perundingan di Jenewa, sementara Washington tetap meningkatkan kesiapan militernya di Timur Tengah.
“Penasihat keamanan nasional AS bertemu di Gedung Putih pada hari Rabu dan diberitahu bahwa semua pasukan militer AS yang dikerahkan ke kawasan tersebut harus sudah berada di posisinya pada pertengahan Maret,” ungkap pejabat senior tersebut kepada Reuters.
AS terus mendesak Iran menghentikan program nuklirnya, sedangkan Teheran membantah tudingan pengembangan senjata atom. Lavrov menyebut negara-negara Arab telah mengirimkan sinyal kuat kepada Washington untuk memprioritaskan jalur diplomasi.
“Negara-negara Arab mengirimkan sinyal ke Washington yang secara jelas menyerukan pengendalian diri dan pencarian kesepakatan yang tidak akan melanggar hak-hak sah Iran serta menjamin bahwa Iran memiliki program pengayaan nuklir yang murni untuk tujuan damai,” jelas Lavrov.
Baca Juga : Prabowo Banggakan Program MBG di AS, Sebut Dorong Ekonomi RI
Sementara itu, Rusia menyebut tetap menjalin komunikasi intensif dengan para pemimpin Iran dan meyakini Teheran berkomitmen pada hukum internasional, termasuk Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.
Dalam penutupnya, Lavrov menegaskan bahwa Rusia tidak punya alasan untuk meragukan Iran yang dengan tulus ingin menyelesaikan masalah ini.

[…] Sikapi Ancaman AS ke Iran, Rusia Wanti-wanti Dampak Serangan […]
[…] Baca Juga: Rusia Sikapi Ancaman AS ke Iran, Wanti-wanti Dampak Serangan […]