Timteng Memanas, Bahlil Sebut Opsi WFH Mulai Dikaji Demi Hemat BBM
Pemerintah tengah mengkaji sejumlah langkah untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah dinamika global yang mempengaruhi harga energi dunia. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa secara umum ketersediaan energi nasional, termasuk BBM, LPG, dan listrik, masih berada dalam kondisi aman sesuai standar minimal stok nasional.
Ia menjelaskan bahwa pasokan LPG baru dijadwalkan masuk pada akhir bulan ini, sementara cadangan batu bara untuk pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) saat ini berada di kisaran 14 hingga 15 hari.
Baca Juga: Usai Setahun DIbentuk, Danantara Terbitkan Utang Rp7 Triliun
Meski demikian, pemerintah tetap mempertimbangkan sejumlah kebijakan penghematan energi, termasuk kemungkinan penerapan WFH.
“Sedang dikaji, lagi dikaji, tentang apakah kita butuhkan WFH. Tetapi menurut saya, semua kemungkinan itu bisa terjadi, yang penting adalah penghematan terhadap BBM itu juga penting. Di samping memang kita menghemat impor, itu juga menghemat pengeluaran bagi seluruh masyarakat yang ada di Indonesia,” ungkap Bahlil di Kantor ESDM, Selasa (17/3/2026).
Bahlil juga menyebut ada perkembangan positif terkait situasi global yang berpengaruh terhadap pasokan energi dunia.
Ia menyinggung adanya sinyal pelonggaran dari Iran terkait lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia.
“Artinya bagi kapal-kapal, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, itu bisa sekarang untuk terjadi komunikasi. Dan ini sebenarnya adalah sebuah perkembangan yang positif. Itu dulu,” terang Bahlil.
Prabowo Dorong Langkah Penghematan Energi
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna menekankan pentingnya langkah proaktif untuk menghemat konsumsi BBM.
Menurut Prabowo, perkembangan geopolitik di kawasan Eropa dan Timur Tengah dapat berdampak langsung pada harga energi global yang pada akhirnya mempengaruhi berbagai sektor, termasuk harga pangan.
“Kita hadapi perkembangan yang terjadi secara global di kawasan Eropa dan Timur Tengah, dan ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan mempengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa mempengaruhi harga makanan, kita alhamdulillah sudah mengamankan masalah pangan yang mendasar, masalah BBM kita sebenarnya sudah punya rencana-rencana ini akan kita akselerasi, tapi tentunya kita juga harus melakukan langkah-langkah, yang pro aktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM, kita tidak bisa menganggap bahwa apapun yang terjadi kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita, banyak negara sudah melakukan langkah-langkah,” paparnya saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara.
Prabowo juga mencontohkan kebijakan penghematan energi yang telah diterapkan oleh Pakistan sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak dunia.
Menurutnya, Pakistan menerapkan berbagai kebijakan penghematan, termasuk sistem kerja dari rumah bagi sebagian pegawai dan pengurangan hari kerja.
“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet untuk anggota DPR dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan membantu kelompok paling rentan dan lemah,” kata Prabowo.
Baca Juga: Purbaya Sebut Lebih Pilih Efisiensi Anggaran daripada Ngutang
Selain itu, pemerintah Pakistan juga memangkas penggunaan BBM untuk kendaraan pemerintah serta menghentikan sejumlah belanja negara yang dianggap tidak mendesak.
“Kemudian, mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel, dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan,” katanya.
Kebijakan lain yang dilakukan antara lain membatasi kunjungan kerja pemerintah hingga menerapkan sistem pembelajaran daring di sejumlah perguruan tinggi.
Namun, Prabowo menegaskan bahwa langkah tersebut masih sebatas contoh yang dapat dipelajari oleh pemerintah Indonesia.
“Saya kira kita harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan, saya percaya 2-3 tahun kita akan sangat kuat tapi kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian, kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa defisit kita tidak tambah. Bahkan, cita-cita saya kalau bisa kita tidak punya defisit,” kata Prabowo.
