Tinggalkan Timur Tengah, Indonesia Mulai Impor Minyak dari AS
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan Indonesia telah mulai merealisasikan impor minyak mentah dari Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil untuk menutup pasokan yang terhenti dari Timur Tengah akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Sebagaimana diketahui, pasca perang antara Iran dan Israel-Amerika Serikat, Iran menutup Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur utama distribusi minyak dunia dengan peredaran mencapai 20,1 juta barel per hari (bph). Bagi Indonesia, sekitar 19 persen impor minyak nasional selama ini melewati jalur tersebut.
Di tengah situasi itu, dua kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) dilaporkan masih berada di kawasan Teluk Persia.
Baca Juga: Trump Ancam Putus Dagang sebab Spanyol Tolak Bantu Serang Iran
Impor Bertahap dari AS
Bahlil menjelaskan, impor dari AS dilakukan secara bertahap karena keterbatasan kapasitas penyimpanan dalam negeri.
“Ya bertahap itu kan bertahap, enggak bisa sekaligus satu kali datang karena kita punya daya simpanan tidak cukup. Jadi masalah kita itu sekarang adalah di storage, makanya kami mau buat sekarang storage, kalau tidak begini, kita tidak pernah berpikir,” terang Bahlil ditemui di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Kamis (5/3/2026).
Ia menegaskan, persoalan utama saat ini bukan hanya pasokan, melainkan keterbatasan tangki penyimpanan (storage). Karena itu, pemerintah berencana mempercepat pembangunan fasilitas penyimpanan guna memperkuat cadangan energi nasional.
Baca Juga: Iran Kirim Gelombang Serangan ke Kedubes AS di Kawasan Teluk
Arahan Prabowo dan Nasib Dua Kapal Pertamina
Bahlil mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar pembangunan tangki penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) segera direalisasikan. Tujuannya agar Indonesia lebih siap menghadapi kondisi darurat serupa di masa mendatang.
“Kalau kita bicara survival, kita harus mampu betul-betul melihat inti masalah dan segera menyelesaikannya. Kalau enggak kita tergantung terus,” tegas Bahlil.
Terkait dua kapal tanker Pertamina yang masih berada di Selat Hormuz, Bahlil menyebut kapal tersebut tengah bersandar sambil mencari lokasi yang lebih aman di tengah ketegangan geopolitik Iran dengan Israel-Amerika Serikat.
“Sambil kita melakukan negosiasi, komunikasi yang lebih baik agar kita cari solusinya,” terang Bahlil.
Sembari menunggu kepastian pergerakan dua kapal tersebut, pemerintah terus mencari alternatif pasokan guna memastikan kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi.
“Kita mencari alternatifnya di Amerika. Untuk bisa melakukan eh menutupi apa yang ada pada dua kargo ini,” jelas Bahlil.
Baca Juga: Konflik AS-Israel vs Iran Disebut Bisa Picu Perang Dunia 3

[…] Tinggalkan Timur Tengah, Indonesia Mulai Impor Minyak dari AS […]
[…] Tinggalkan Timur Tengah, Indonesia Mulai Impor Minyak dari AS […]