Trump Ancam Bea Masuk Selat Hormuz Jika Kesepakatan Iran Gagal
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan kemungkinan penerapan bea masuk di Selat Hormuz apabila pembicaraan dengan Iran tidak menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang tengah berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan saat delegasi Amerika Serikat dan Iran kembali bertemu di Swiss untuk melanjutkan perundingan yang bertujuan meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Menurut Trump, kebijakan tersebut dapat diterapkan sebagai bentuk kompensasi bagi Amerika Serikat atas perannya dalam menjaga stabilitas kawasan.
“Tidak akan ada pungutan tol kecuali jika diberlakukan oleh dan untuk AS, jika kesepakatan tersebut tidak tercapai,” tulis Trump melalui platform Truth Social.
Baca Juga : Intelijen AS Sebut Netanyahu Berpotensi Gagalkan Kesepakatan AS-Iran
Ia juga menyebut Amerika Serikat sebagai pihak yang selama ini berperan sebagai pelindung negara-negara Timur Tengah.
Pembicaraan Sempat Ditunda
Pertemuan lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran sejatinya dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026, di Swiss.
Namun, agenda tersebut ditunda pada menit-menit terakhir setelah Israel melancarkan serangan udara mematikan ke Lebanon menyusul tewasnya empat tentaranya dalam pertempuran darat.
Sebagai respons atas meningkatnya ketegangan, Washington mengumumkan pembaruan status gencatan senjata pada Jumat malam. Langkah tersebut menjadi salah satu syarat utama yang tercantum dalam draf awal kesepakatan dengan Iran.
Meski demikian, kondisi di lapangan masih belum stabil.
Pada Sabtu, 20 Juni 2026, pasukan Israel dan kelompok Hizbullah kembali terlibat baku tembak. Kedua pihak saling menuduh telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan.
Ketegangan tersebut memicu ancaman dari Komando Militer Pusat Iran untuk kembali menutup akses pelayaran di Selat Hormuz.
Padahal, berdasarkan kesepakatan awal antara Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Teheran sebelumnya menyatakan kesiapan membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut seiring membaiknya situasi keamanan maritim.
Iran Tuntut Komitmen AS
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa perundingan tingkat tinggi di Swiss dihadiri Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menegaskan bahwa delegasi Teheran datang dengan tujuan memastikan seluruh komitmen Amerika Serikat dalam kesepakatan sebelumnya benar-benar dijalankan.
Menurut Baqaei, kegagalan memenuhi komitmen tersebut berpotensi mengancam seluruh nota kesepahaman yang telah dibangun kedua negara.
“Jika komitmen tersebut tidak dipenuhi, maka seluruh nota kesepahaman yang telah dibangun akan berada dalam masalah besar,” ujarnya.
Dari pihak Amerika Serikat, Wakil Presiden JD Vance dilaporkan telah berangkat menuju Swiss untuk bergabung dalam proses negosiasi.
Baca Juga : Iran Tetap Bertahan dan Melawan, Meski AS Jatuhkan Banyak Sanksi
Vance menyatakan hanya dapat mengikuti pembicaraan selama satu hingga dua hari. Sementara itu, Jared Kushner dan Steve Witkoff telah lebih dahulu berada di lokasi untuk menyelesaikan berbagai aspek teknis perjanjian.
Pemerintah Pakistan yang bertindak sebagai mediator utama mengonfirmasi bahwa pembicaraan teknis berlangsung di kawasan Bürgenstock, Swiss.
Mediator dari Pakistan dan Qatar turut mendampingi dialog langsung antara delegasi Amerika Serikat dan Iran.
Perundingan tersebut akan menjadi awal dari negosiasi intensif selama dua bulan ke depan guna menyelesaikan sejumlah isu strategis yang masih menjadi perdebatan, termasuk mekanisme pengawasan program nuklir Iran dan implementasi penuh kesepakatan yang telah dirancang sebelumnya.

[…] Trump Ancam Bea Masuk Selat Hormuz Jika Kesepakatan Iran Gagal […]