Trump Ancam Serang Iran Jika Tetap Dukung Hizbullah Lebanon
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran terkait dukungannya terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon.
Trump menegaskan Washington siap mengambil tindakan militer apabila Teheran tidak menghentikan aktivitas kelompok yang disebutnya sebagai proksi Iran di kawasan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan saat perwakilan Amerika Serikat dan Iran memulai putaran baru pembicaraan damai di Swiss untuk meredakan ketegangan yang berkembang di Timur Tengah.
“Iran harus segera menghentikan PROKSI mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak menimbulkan masalah,” tulis Trump melalui platform Truth Social.
Baca Juga : Meski Berdamai, AS Tetap Batasi Perjalanan Timnas Iran di Pildun
Ia juga mengancam akan melakukan serangan yang lebih besar jika Iran tidak memenuhi tuntutan tersebut.
“Jika mereka tidak melakukannya, kami akan menghantam Iran dengan sangat keras lagi, sama seperti yang kami lakukan minggu lalu, hanya saja lebih keras,” tulis Trump.
Bentrokan Israel-Hizbullah
Ketegangan terbaru terjadi setelah pasukan Israel dan Hizbullah kembali terlibat bentrokan di wilayah Lebanon.
Serangan udara Israel pada Sabtu, 20 Juni 2026, dilaporkan menewaskan sedikitnya 30 orang di wilayah timur dan selatan Lebanon.
Situasi mulai mereda pada malam hari setelah militer Israel menerima perintah untuk menghentikan operasi tempur terhadap Hizbullah.
Perkembangan tersebut menjadi sorotan karena sebelumnya Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup penghentian konflik di berbagai front, termasuk Lebanon.
Kesepakatan yang dicapai pada 17 Juni 2026 itu menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk menurunkan eskalasi konflik di kawasan.
Namun, bentrokan terbaru menunjukkan bahwa implementasi kesepakatan tersebut masih menghadapi tantangan di lapangan.
AS Klaim Kemajuan dalam Gencatan Senjata
Di tengah berlangsungnya pembicaraan di Swiss, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan bahwa terdapat perkembangan positif dalam upaya mempertahankan gencatan senjata di Lebanon.
Menurut Vance, situasi keamanan menunjukkan kemajuan dibandingkan beberapa hari sebelumnya meskipun masih diperlukan langkah lanjutan untuk memastikan stabilitas jangka panjang.
“Kami telah melihat kemajuan besar hanya dalam beberapa hari terakhir dalam memastikan gencatan senjata tetap bertahan di Lebanon,” ujarnya.
Vance menambahkan bahwa seluruh pihak yang terlibat masih berupaya mencapai perdamaian yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga : Trump Siap Buka Dana Iran yang Dibekukan!
“Kami semua bekerja menuju perdamaian regional. Saya sebenarnya merasa sangat baik dengan kondisi kami di Lebanon. Masih ada beberapa pekerjaan tambahan yang harus dilakukan, tetapi kami akan terus mengupayakannya,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintahan Donald Trump telah memainkan peran penting dalam mendorong penghentian konflik di Lebanon selama beberapa bulan terakhir.
Menurut Vance, Amerika Serikat telah melakukan lebih banyak upaya dibandingkan negara lain dalam mendukung proses perdamaian dan menjaga stabilitas kawasan.
Meski demikian, ancaman terbaru Trump terhadap Iran menunjukkan bahwa hubungan kedua negara masih berada dalam situasi yang sensitif, terutama terkait pengaruh Teheran terhadap kelompok-kelompok bersenjata di Timur Tengah.
