Trump Disebut Gagal Kuasai Iran, Pejabat AS Ungkap Target Baru
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi militer drastis berupa penyitaan pusat ekspor minyak utama milik Iran, yakni Pulau Kharg. Informasi ini dilaporkan oleh Axios berdasarkan sumber pejabat AS yang mengetahui pembahasan internal tersebut.
Rencana ini disebut-sebut dapat melibatkan pengerahan pasukan darat sebagai bagian dari operasi militer, seiring kebuntuan yang terjadi dalam konflik di kawasan Timur Tengah hingga Senin (16/03/2026).
Baca Juga : Prabowo Tegaskan Defisit APBN Maksimal 3%, Kecuali Terjadi Krisis Besar
Menurut sumber yang sama, langkah tersebut menjadi salah satu opsi strategis yang sedang dipertimbangkan di Gedung Putih, terutama karena pentingnya menjaga kelancaran distribusi energi dari kawasan Teluk.
“Trump tidak akan bisa mengakhiri perang, bahkan jika dia menginginkannya, selama blokade tetap ada dan pengiriman dari wilayah tersebut dibatasi,” ujar sumber tersebut, yang juga dikutip Russia Today.
Hingga kini, belum ada keputusan final terkait rencana penyitaan Pulau Kharg. Seorang pejabat senior Gedung Putih menyebutkan bahwa Trump masih menimbang berbagai risiko dan keuntungan dari operasi tersebut.
“Presiden sedang mempertimbangkan potensi risiko besar dan imbalan besar, namun dia tidak akan menunggu dan membiarkan orang-orang Iran mendikte kecepatan konflik,” tegas pejabat senior Gedung Putih tersebut.
Pulau Kharg sendiri berada di utara Teluk Persia dan menjadi infrastruktur vital bagi Iran. Pulau seluas sekitar 20 kilometer persegi ini memiliki kapasitas penyimpanan hingga 30 juta barel serta menangani sekitar 90% ekspor minyak mentah Iran.
Ketegangan di Pulau Kharg telah meningkat sejak akhir pekan. Trump bahkan mengklaim bahwa militer AS telah menghancurkan seluruh target yang ada di pulau tersebut.
“Pasukan Amerika Serikat telah melenyapkan setiap target militer di pulau tersebut dan seluruhnya telah hancur,” kata Trump.
Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Pihak Iran menegaskan bahwa tidak ada fasilitas minyak di Pulau Kharg yang mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Di sisi lain, laporan Axios juga menyebutkan bahwa Trump tengah berupaya membentuk koalisi internasional guna membuka kembali Selat Hormuz.
Baca Juga : Iran Gempur Arab Saudi dengan 60 Drone sebagai Serangan Balasan
Jalur ini sangat krusial bagi perdagangan energi global karena menjadi rute bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia setiap harinya. Namun, saat ini aksesnya terganggu akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 warga sipil Iran.
Situasi keamanan yang memburuk turut mengguncang pasar energi global. Harga minyak mentah dunia dilaporkan melonjak hingga hampir 50% dan mencapai sekitar US$120 per barel, setelah IRGC memperingatkan bahwa kapal dari negara musuh tidak diizinkan melintasi selat tersebut.

[…] Trump Disebut Gagal Kuasai Iran, Pejabat AS Ungkap Target Baru […]
[…] Trump Disebut Gagal Kuasai Iran, Pejabat AS Ungkap Target Baru […]
[…] Baca Juga : Pejabat AS Ungkap Target Baru, Setelah Iran Sebut Trump Gagal! […]
[…] Baca Juga: Trump Dinilai Gagal Kuasai Teheran, Pejabat AS Sebut Strategi Baru […]