Trump Klaim AS Akhiri Perang, Putin Janjikan Bantuan ke Teheran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan keyakinannya bahwa Washington akan segera mengakhiri konflik dengan Iran. Ia menegaskan bahwa Iran disebut mulai lelah dan ingin mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
“Mereka sangat ingin membuat kesepakatan; mereka lelah dengan ini,” kata Trump, dikutip Al Jazeera. Ia juga menambahkan bahwa Washington tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.
“Mereka memiliki senjata nuklir dalam pikiran mereka, dan kita tidak akan membiarkan mereka memiliki senjata nuklir,” lanjutnya.
Baca Juga : Prabowo Sebut Kekayaan RI yang Bikin Belanda Kaya!
Trump menyebut proses penyelesaian konflik akan segera tercapai dengan hasil yang menurutnya menguntungkan.
“Kita telah melakukan pekerjaan yang sangat baik. Dan saya pikir, kita akan segera menyelesaikannya, dan mereka tidak akan memiliki senjata nuklir, dan mudah-mudahan, kita akan menyelesaikannya dengan cara yang sangat baik,” ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah langkah Senat AS yang dikendalikan Partai Republik yang menyetujui dorongan War Powers Resolution untuk membatasi aksi militer terhadap Iran tanpa persetujuan Kongres.
Rusia Tegaskan Dukungan untuk Iran
Sementara itu, dalam pertemuan bulan April 2026 antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Presiden Rusia Vladimir Putin, Moskow menegaskan komitmennya sebagai sekutu Teheran.
“Kita melihat betapa berani dan heroiknya rakyat Iran berjuang untuk kemerdekaan dan kedaulatan mereka,” kata Putin kepada Araghchi. “Kami akan melakukan segala sesuatu yang melayani kepentingan Anda, kepentingan seluruh rakyat di kawasan ini, agar perdamaian dapat tercapai secepat mungkin.”
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov juga menyatakan Rusia siap membantu proses negosiasi antara Iran dan AS, meski tidak akan memaksakan perannya.
“Rusia siap memberikan semua bantuan yang mungkin dalam menyelesaikan konflik ini, yang sudah diketahui oleh kedua pihak. Pada saat yang sama, kami tidak pernah memaksakan dan tidak berniat memaksakan layanan kami. Tetapi jika ada permintaan yang sesuai, kami akan mengulurkan tangan membantu,” katanya kepada TASS.
Ryabkov menegaskan Rusia tetap mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik dan menyambut setiap upaya negosiasi yang melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk peran mediasi negara lain seperti Pakistan.
Baca Juga : Purbaya Senang, Defisit APBN Turun!
Dampak Ekonomi Global
Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,5 persen tahun ini, dari sebelumnya 3 persen. Penurunan ini dipicu oleh kenaikan biaya energi dan melemahnya perdagangan akibat konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Iran.
Laporan tersebut juga menyoroti tekanan besar yang dialami negara berkembang akibat kenaikan harga pangan dan energi, serta keterbatasan fiskal untuk merespons krisis sosial dan ekonomi.
Wilayah Asia Barat disebut menjadi kawasan yang paling terdampak, terutama akibat gangguan produksi minyak, perdagangan, hingga sektor pariwisata yang melemah.
