Trump Kunci Nuklir Saudi dengan Normalisasi Israel
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menegaskan bahwa kerja sama nuklir sipil antara Washington dan Arab Saudi tidak akan terlaksana sebelum Riyadh bergabung dalam perjanjian normalisasi hubungan dengan Israel melalui Abraham Accords.
Trump menyampaikan sikap tersebut setelah AS dan Arab Saudi menandatangani kesepakatan kerja sama nuklir sipil yang memunculkan perdebatan di kalangan pejabat AS maupun Israel.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menekankan bahwa kerja sama nuklir tersebut hanya diperuntukkan bagi kepentingan sipil dan tidak memberikan ruang bagi Arab Saudi untuk melakukan pengayaan uranium maupun mengembangkan senjata nuklir.
Baca Juga : Pegawai Kemenkeu Dikerahkan untuk Awasi MBG, Kenapa?
“Tidak akan ada pengayaan uranium. Bantuan AS hanya untuk tujuan nonmiliter,” tulis Trump.
Ia juga menegaskan bahwa kesepakatan tersebut belum dapat berjalan sebelum Arab Saudi menyepakati normalisasi hubungan dengan Israel.
“Kesepakatan itu tidak akan berjalan sampai Arab Saudi bergabung dengan Abraham Accords yang sangat dihormati dan sukses,” tegas Trump.
Israel Soroti Kesepakatan Nuklir AS-Saudi
Pernyataan Trump muncul setelah sejumlah pihak di Israel mempertanyakan isi kerja sama nuklir tersebut. Mereka menilai kesepakatan itu tidak secara langsung mencantumkan kewajiban Arab Saudi untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
Ketua Partai Demokrat Israel, Yair Golan, mengkritik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu karena dianggap gagal menjadikan normalisasi Saudi-Israel sebagai syarat utama dalam perjanjian.
“Netanyahu melakukan hal yang sebelumnya tampak mustahil. Ia kehilangan peluang normalisasi dengan Arab Saudi sekaligus membuka jalan bagi Saudi memperoleh kemampuan nuklir tanpa Israel menjadi bagian dari kesepakatan,” kata Golan.
Sementara itu, Netanyahu justru menyambut peluang Arab Saudi bergabung dalam Abraham Accords. Ia menilai perkembangan geopolitik terbaru di Timur Tengah dapat membuka kesempatan memperluas hubungan damai antar negara kawasan.
“Seperti yang telah dikatakan Presiden Trump, bergabungnya Arab Saudi dalam Abraham Accords akan menjadi lompatan bersejarah bagi perdamaian di Timur Tengah,” ujar Netanyahu.
AS Tegaskan Standar Ketat Program Nuklir Saudi
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyebut Arab Saudi sebagai mitra strategis bagi Washington. Namun, ia menegaskan kerja sama nuklir tetap harus melewati proses persetujuan Kongres AS serta memenuhi standar keamanan dan nonproliferasi internasional.
Baca Juga : Purbaya Ancam Periksa Pajak WNI yang Simpan Dana di Luar
Menteri Energi AS, Chris Wright, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut akan menggunakan kerangka 123 Agreement, yakni perjanjian hukum yang mengatur kerja sama nuklir sipil antara AS dan negara lain berdasarkan Section 123 dari U.S. Atomic Energy Act 1954.
Kesepakatan tersebut nantinya menjadi dasar bagi kemitraan nuklir sipil bernilai miliaran dolar antara AS dan Arab Saudi dalam jangka panjang.
Namun, syarat politik yang diajukan Trump membuat hubungan Saudi-Israel kembali menjadi sorotan. Riyadh sebelumnya belum menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel, meski Washington terus mendorong agar Arab Saudi menjadi negara Arab berikutnya yang masuk dalam Abraham Accords.

[…] Trump Kunci Nuklir Saudi dengan Normalisasi Israel […]