Israel Tangkap 70 Warga Palestina, Tepi Barat Memanas
Situasi keamanan di Tepi Barat kembali memburuk setelah militer Israel menggelar operasi besar-besaran di Desa Tal, wilayah barat daya Nablus, pada Sabtu (25/7) waktu setempat. Dalam operasi tersebut, puluhan warga Palestina diamankan menyusul bentrokan mematikan yang sehari sebelumnya menewaskan enam orang.
Operasi dilakukan setelah insiden pada Jumat (24/7) yang menyebabkan empat warga Palestina dan dua warga Israel kehilangan nyawa. Ketegangan di kawasan itu pun meningkat tajam.
Wali Kota Tal, Walid Zidan, mengatakan pasukan Israel menggunakan salah satu rumah warga sebagai lokasi pemeriksaan dan penahanan sementara.
Baca Juga : Konflik AS-Iran Dorong Naiknya Inflasi Jepang
“Sekitar 70 warga desa ditahan dan diinterogasi. Penggerebekan rumah terus berlanjut, patroli militer lalu lalang di jalanan, dan tidak ada pergerakan warga sama sekali,” ujar Zidan, dikutip dari Reuters, Minggu (26/7/2026).
Kronologi Bentrokan Mematikan
Peristiwa bermula ketika sekelompok pemukim Yahudi bersenjata memasuki Desa Tal yang berada di Area A, wilayah yang secara administratif dikelola Otoritas Palestina. Menurut otoritas Palestina, kedatangan kelompok tersebut memicu ketegangan karena diduga mencoba memasuki kawasan permukiman warga.
Konfrontasi kemudian berkembang menjadi bentrokan antara pemukim dan penduduk setempat. Dalam situasi yang kacau, terjadi perebutan senjata yang berujung baku tembak.
Empat warga Palestina yang berasal dari keluarga Ramadan, yakni Farouk, Ibrahim, Jawad, dan Imran, dilaporkan tewas. Sementara itu, dua korban dari pihak Israel adalah seorang prajurit, Mayor Yuval Ezra (27), serta petugas keamanan permukiman, Benayahu Mellet (32).
Versi berbeda disampaikan militer Israel. Mereka menyebut warga sipil Israel saat itu hanya sedang melakukan aktivitas pendakian (hiking) sebelum mendapat serangan. Namun, sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan adanya konfrontasi antara pemukim bersenjata dan warga Palestina sebelum suara tembakan terdengar.
Netanyahu Tebar Ancaman, Perluas Pemukiman
Menanggapi insiden tersebut, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan pemerintah akan mengambil langkah tegas terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Selain itu, pemerintah Israel juga menginstruksikan pembongkaran rumah keluarga warga Palestina yang dituduh terlibat dalam bentrokan. Di saat yang sama, proses pemberian izin pembangunan permukiman baru di Tepi Barat dipercepat.
Operasi keamanan tidak hanya dilakukan di Desa Tal. Pasukan Israel juga mendatangi sebuah rumah sakit di kawasan Nablus untuk menangkap dua warga Palestina yang sedang menjalani perawatan akibat luka dalam bentrokan.
Baca Juga : Trump Kunci Nuklir Saudi dengan Normalisasi Israel
Ketegangan kemudian meluas ke desa-desa sekitar setelah sejumlah pemukim Israel dilaporkan melakukan aksi pembalasan dengan membakar rumah, kendaraan, serta lahan pertanian milik warga Palestina.
Peningkatan kekerasan di Tepi Barat kembali menjadi perhatian berbagai organisasi hak asasi manusia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang selama beberapa waktu terakhir menyoroti meningkatnya serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina.

[…] Israel Tangkap 70 Warga Palestina, Tepi Barat Memanas […]