Trump Yakin China dan Rusia Tak Bantu Iran, Ini Alasannya
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meyakini China dan Rusia tidak memberikan bantuan kepada Iran dalam perang yang berlangsung sejak Februari 2026.
Trump menilai Beijing dan Moskwa memiliki terlalu banyak kepentingan yang berisiko dirugikan jika memutuskan membantu Teheran menghadapi Washington.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social pada Senin (12/10/2026) malam waktu setempat.
Dilansir dari Reuters, Selasa (13/10/2026), Trump mengatakan telah membaca sejumlah komentar dari pihak yang mengkritik pemerintahannya terkait dugaan keterlibatan China dan Rusia dalam membantu Iran.
“Kalaupun mereka melakukannya, bantuan itu berada pada tingkat yang sangat rendah. Namun, saya sama sekali tidak percaya mereka melakukannya,” tulis Trump.
“Mereka memiliki terlalu banyak hal yang bisa dipertaruhkan. Kami pasti akan mengetahuinya, dan mengetahuinya dengan sangat cepat,” lanjutnya.
Pernyataan itu muncul ketika perang AS dan Iran telah berlangsung selama lebih dari tujuh bulan dan hubungan Teheran dengan Beijing serta Moskwa terus menjadi perhatian Washington.
Baca Juga: Netanyahu Desak Penyelidikan Sutradara Film NAZA
Trump Sebelumnya Peringatkan China dan Rusia agar Tidak Bantu Iran
Trump sebelumnya juga menyatakan keyakinannya bahwa China dan Rusia tidak akan ikut campur dalam perang Iran.
Pada Juli 2026, ia mengatakan percaya Beijing dan Moskwa tidak akan terlibat dalam konflik tersebut, tetapi memperingatkan bahwa bantuan kepada Iran dapat membawa konsekuensi serius bagi kedua negara.
Dalam sejumlah kesempatan, Trump menggambarkan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai pemimpin yang bersikap netral dalam perang Iran.
Meski demikian, China dan Rusia diketahui memiliki hubungan dekat dengan Teheran di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Pada September 2026, Trump kembali memperingatkan Xi agar tidak memberikan bantuan kepada Iran ketika pemimpin China tersebut berkunjung ke Washington.
Menurut Duta Besar AS untuk China, Trump saat itu menerima jaminan bahwa Beijing tidak akan membantu Teheran.
Muncul Laporan Dugaan Bantuan China kepada Iran
Keyakinan Trump tersebut disampaikan di tengah munculnya sejumlah laporan mengenai dugaan bantuan China kepada Iran selama perang berlangsung.
Salah satu laporan menyebut Beijing memasok peluncur rudal pertahanan udara yang dapat dioperasikan dari bahu kepada Teheran.
Selain itu, terdapat laporan bahwa Iran menemukan cara untuk menghindari sanksi terhadap penjualan minyaknya dengan bantuan China.
Namun, laporan-laporan tersebut belum membuat Trump menyimpulkan bahwa Beijing memberikan dukungan langsung dalam perang.
Pada September lalu, Trump juga menepis laporan mengenai dugaan keterlibatan perusahaan China dalam penyediaan citra satelit untuk Iran.
Menurut laporan tersebut, Iran memperoleh gambar satelit sebuah pangkalan militer di Yordania dari sejumlah entitas China sebelum serangan pada Juli 2026 yang menewaskan tiga tentara AS.
Trump saat itu tidak menganggap laporan tersebut sebagai bukti keterlibatan langsung China dalam membantu Iran.
Dalam pernyataan terbarunya, ia kembali menegaskan bahwa Washington akan segera mengetahui jika Beijing atau Moskwa benar-benar memberikan dukungan kepada Teheran.
Baca Juga: Singapura Subsidi Pengobatan akibat Kabut Asap RI, Malaysia Tutup Sekolah
China Kecam Serangan AS, Rusia Peringatkan Perlombaan Senjata Nuklir
Meski Trump meyakini China dan Rusia tidak membantu Iran, kedua negara tersebut telah menyampaikan sikap terhadap perang di Timur Tengah.
Pemerintah China mengecam serangan militer AS terhadap Iran dan menilai tindakan Washington sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Teheran.
Sementara itu, Rusia memperingatkan bahwa perang Iran berpotensi memicu perlombaan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah.
Peringatan Moskwa tersebut disampaikan ketika konflik bersenjata antara Iran dan AS masih berlangsung.
China dan Rusia selama ini mempertahankan hubungan diplomatik yang erat dengan Teheran, meskipun Trump tetap meyakini kedua negara tidak memberikan bantuan militer dalam perang tersebut.
Perang AS dan Iran Berlangsung sejak Februari 2026
Perang antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari 2026, ketika pasukan AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Konflik tersebut terus berlangsung dan meluas ke berbagai wilayah di Timur Tengah.
Serangan AS dan Israel terhadap Iran, serta operasi militer Israel di Lebanon, telah menyebabkan ribuan orang meninggal dunia dan jutaan warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.
Di tengah konflik yang belum berakhir, kemungkinan keterlibatan China dan Rusia menjadi salah satu persoalan yang diperhatikan pemerintah AS. Namun, Trump kembali menegaskan bahwa kedua negara itu memiliki terlalu banyak kepentingan yang dipertaruhkan jika memilih membantu Iran.

[…] Trump Yakin China dan Rusia Tak Bantu Iran, Ini Alasannya […]