Trump Yakin Rusia dan China Tak Bantu Iran
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan dirinya meyakini Rusia dan China tidak membantu Iran dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Washington.
Meski demikian, ia memperingatkan akan ada konsekuensi serius apabila kedua negara tersebut terbukti terlibat mendukung Teheran.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat (24/7/2026).
“Saya tidak tahu apakah mereka (Rusia dan China) memfasilitasi (Iran). Saya rasa saya percaya mereka,” ungkap Trump, dilansir dari Reuters.
Baca Juga: Pejabat Senior Hamas Ditewaskan Israel dalam Serangan Gaza
Sebelumnya, melalui unggahan di Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa Presiden China Xi Jinping telah memberikan jaminan secara langsung dalam pertemuan bilateral mereka di Beijing.
“Presiden Xi, dalam pertemuan kami baru-baru ini di Beijing, China, mengatakan kepada saya bahwa dia tidak akan, dalam kondisi apa pun, memberikan atau menjual senjata kepada Iran. Dan pernyataan itu mencakup pula perusahaan-perusahaan China,” tulis Trump.
Dia juga mengklaim Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyampaikan komitmen serupa untuk tidak menjual senjata kepada Iran.
Trump pun menegaskan yakin Rusia maupun China tidak terlibat dalam konflik antara AS dan Iran.
“Jika mereka melakukannya, itu akan sangat buruk bagi mereka. Jelas bukan demi kepentingan terbaik mereka,” tulisnya di Truth Social.
Diketahui, konflik antara AS dan Iran telah berlangsung sejak Februari 2026 setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan yang menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut.
Intelijen AS dan Pentagon Sampaikan Penilaian Berbeda
Pernyataan Trump muncul di tengah adanya penilaian berbeda dari pejabat pertahanan dan intelijen AS.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya mengatakan Rusia dan China memiliki keterlibatan dalam konflik tersebut, meski tidak menjelaskan bentuk dukungan yang diberikan.
“Ada cara-cara di mana kedua negara itu, pada tingkat yang berbeda-beda, memfasilitasi sejumlah hal yang dilakukan Iran, ya,” ujar Hegseth dalam dengar pendapat di Senat.
Baca Juga: 70 Warga Palestina Ditangkap Israel, Tepi Barat Memanas
Selain itu, empat sumber yang mengetahui informasi intelijen AS menyebut serangan Iran terhadap sejumlah target CIA di kawasan Teluk mendorong badan intelijen Amerika menyelidiki kemungkinan keterlibatan Rusia.
Penyelidikan tersebut mencakup dugaan pemberian informasi penargetan maupun teknologi drone kepada Iran.
Sementara itu, Kremlin belum memberikan tanggapan terkait laporan tersebut. Saat dimintai komentar pada Kamis (23/7/2026), pemerintah Rusia memilih tidak memberikan pernyataan.
Sejauh ini, pemerintah AS juga telah menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah individu dan perusahaan di Rusia serta China yang dinilai membantu Iran dalam pengadaan senjata.
