7 Juta Ton Batu Bara Bakal Disulap Jadi 1 Juta Ton LPG!
Indonesia mulai mempercepat upaya mengurangi ketergantungan impor LPG melalui proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). Langkah ini seiring percepatan proyek hilirisasi fase kedua yang dikerjakan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, menjelaskan bahwa proyek tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi mencapai 1,4 juta ton DME per tahun. Jika dikonversi berdasarkan nilai kalorinya, jumlah tersebut setara dengan sekitar 1 juta ton LPG.
Baca Juga : Pergeseran Pimpina The Fed Picu Ketidakpastian Suku Bunga AS
“Jadi yang kita desain sekarang, kapasitas 1,4 juta ton DME. Itu setara kira-kira kalorinya dengan 1 juta ton LPG. Menggunakan batubara berapa? 7 juta ton batubara per tahun. Jadi dari 7 juta batubara itu jadi 1,4 juta DME setara 1 juta LPG,” ujar Turino usai acara groundbreaking proyek di Tanjung Enim, dikutip Kamis (30/4/2026).
Gandeng Mitra Global untuk Teknologi
Sebagai proyek DME pertama di Indonesia, PTBA membuka peluang kerja sama dengan mitra teknologi internasional. Sejumlah perusahaan dari China, Jerman, dan Amerika Serikat telah diajak untuk berkolaborasi.
Turino menekankan bahwa pemilihan mitra menjadi faktor krusial, mengingat industri DME masih tergolong baru di dalam negeri meskipun sudah berkembang di negara lain.
“Nah, proyek pertama kali ini tentu banyak hal yang harus kita mitigasi. Sehingga kita kuncinya salah satunya harus cari partner yang benar-benar kompeten. Benar-benar dia pernah bangun pabrik DME dan sekarang masih jalan. Jadi itu strategi kita. Karena ini proyek pertama kali kuncinya di pemilihan mitra ini mesti tepat,” katanya.
Sinergi BUMN Dikawal Danantara
Ia juga optimistis proyek ini dapat berjalan lancar berkat koordinasi lintas BUMN yang kini berada di bawah orkestrasi Danantara.
Proyek ini sendiri diinisiasi oleh BPI Danantara dan dijalankan bersama MIND ID, PTBA, Pertamina, serta Pertamina Patra Niaga sebagai offtaker.
Melalui proyek ini, pemerintah berharap dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor LPG dalam jangka panjang.
Baca Juga : Rosan Ungkap Proyek Hilirisasi Tahap 3 Sedang Disiapkan!
