Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Ketegangan dengan AS Memanas
Iran kembali menutup Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan. Langkah tersebut diumumkan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu (12/7/2026) dan menandai babak baru ketegangan antara Teheran dan Amerika Serikat (AS).
Dalam pernyataan yang disiarkan melalui lembaga penyiaran negara Iran, IRIB, Angkatan Laut IRGC menegaskan bahwa campur tangan asing serta upaya membentuk “jalur ilegal” di Selat Hormuz akan ditindak tegas.
Dikutip dari Al Jazeera, IRGC juga memperingatkan bahwa setiap tindakan agresif dari AS terkait penutupan selat tersebut akan mendapat respons keras dari Iran
Baca Juga: Netanyahu Dapat Briefing Trump usai AS serang Iran Lagi di Teluk
IRGC Larang Kapal Melintas
IRGC mengungkapkan pihaknya telah melepaskan tembakan peringatan ke sejumlah kapal yang mematikan sistem pelacakan dan keluar dari jalur yang telah disetujui Iran.
Menurut mereka, beberapa kapal mengabaikan peringatan untuk kembali ke rute yang ditetapkan.
Situasi ini terjadi setelah insiden pada awal pekan ketika tiga kapal tanker komersial diserang, yang kemudian memicu baku tembak antara Iran dan AS.
Angkatan Laut IRGC menegaskan tidak ada kapal yang akan diizinkan melintasi Selat Hormuz sampai campur tangan AS di kawasan tersebut berakhir.
Mojtaba Khamenei Serukan Pembalasan
Penutupan Selat Hormuz diumumkan beberapa jam setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan sumpah untuk membalas kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam pesan yang diunggah melalui akun Telegram, ia menegaskan bahwa pembalasan atas kematian sang ayah merupakan tuntutan bangsa Iran.
“Kami berjanji untuk membalas darah pemimpin yang gugur dan semua martir dari dua perang ini dari para pembunuh yang kriminal dan tercela,” ujar Mojtaba.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada jutaan warga yang menghadiri pemakaman Ali Khamenei.
Menurut dia, kehadiran massa dalam jumlah besar tersebut menjadi peristiwa bersejarah dan menunjukkan persatuan rakyat Iran.
Baca Juga: Pangkalan AS Diserang Balik Trump usai Pemakaman Khamenei
Trump Ancam Serangan ke Iran
Pernyataan Mojtaba muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran.
Trump mengaku telah memerintahkan militer AS untuk bersiap melakukan serangan jika Iran mencoba membunuh presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat.
“1000 rudal telah siap dan diarahkan ke Republik Islam Iran, dengan ribuan rudal lainnya akan segera menyusul, jika Pemerintah Iran bertindak sesuai dengan ancamannya, yang diumumkan di banyak penjuru dunia, untuk membunuh, atau mencoba membunuh, Presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat, dalam hal ini, SAYA!” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social, dilansir dari Reuters.
Ia juga menegaskan kesiapan militer AS untuk melancarkan operasi besar terhadap Iran.
“Perintah telah diberikan, militer AS siap, bersedia, dan mampu, untuk jangka waktu satu tahun, yang dapat diperpanjang, untuk memusnahkan dan menghancurkan sepenuhnya semua wilayah Iran,” lanjut dia.
Ketegangan kedua negara semakin meningkat setelah wafatnya Ali Khamenei akibat serangan gabungan AS dan Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026.
Dalam prosesi pemakamannya, sejumlah pelayat meneriakkan slogan anti-AS serta menyerukan pembalasan atas kematian pemimpin tertinggi Iran tersebut.
