Lavrov Peringatkan AS Soal Senjata Ukraina, Ini Sebabnya
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar menghentikan kebijakan pengiriman senjata tambahan kepada Ukraina. Pernyataan tersebut disampaikan saat Lavrov bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Filipina, Kamis (23/7/2026).
Pertemuan kedua pejabat tinggi tersebut berlangsung di sela-sela agenda pertemuan para menteri luar negeri negara-negara ASEAN.
Dalam pembicaraan tersebut, Lavrov menyampaikan bahwa keputusan Washington untuk terus memasok persenjataan kepada Kyiv tidak dapat diterima oleh Moskwa. Pemerintah Rusia menilai dukungan militer AS justru memperpanjang konflik yang berlangsung di Ukraina.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut Lavrov turut memberikan gambaran mengenai perkembangan situasi di medan perang kepada Rubio.
Baca Juga : Panda Bond RI Laris, Pemerintah Kantongi Puluhan Triliun
“Lavrov memberikan penjelasan kepada mitranya dari Amerika mengenai situasi sebenarnya di sepanjang garis depan. Sekaligus menegaskan bahwa mempersenjatai lebih lanjut rezim Kyiv adalah hal yang tidak dapat diterima,” tulis Kementerian Luar Negeri Rusia.
Selain menyoroti bantuan militer AS, Lavrov kembali menyatakan bahwa Rusia tetap membuka peluang penyelesaian konflik melalui jalur politik dan diplomasi.
Rusia dan AS Bahas Ukraina hingga Ketegangan Teluk Persia
Selain perang Rusia-Ukraina, Lavrov dan Rubio juga membahas perkembangan situasi keamanan di kawasan Teluk Persia yang masih mengalami ketegangan akibat konflik antara AS dan Iran.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menunjukkan dukungan terhadap serangan jarak jauh Ukraina ke wilayah Rusia. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turkiye, Trump menyebut strategi tersebut sebagai bentuk eskalasi, namun dinilai dapat membuka jalan menuju akhir perang.
“Langkah tersebut memang merupakan eskalasi, tetapi juga eskalasi yang dapat membantu mengarah pada berakhirnya perang,” kata Trump.
Pernyataan Trump tersebut mendapat perhatian dari Moskwa karena dianggap berpotensi meningkatkan ketegangan antara Rusia dan Ukraina.
Serangan Ukraina-Rusia Kembali Tewaskan Warga Sipil
Di tengah berlangsungnya pertemuan diplomatik Rusia dan AS, laporan mengenai serangan di medan perang kembali muncul.
Otoritas Rusia menyebut serangan Ukraina menyebabkan empat orang tewas di sejumlah wilayah Rusia serta wilayah yang diklaim telah dikuasai Moskwa.
Kepala wilayah Crimea Sergey Aksyonov mengatakan dua orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka akibat serangan di wilayah tersebut.
Baca Juga : AS dan Arab Saudi Sepakati Kerja Sama Baru
Sementara itu, Gubernur Voronezh Alexander Gusev melaporkan seorang anak berusia tiga tahun tewas setelah sebuah drone menghantam rumah warga dan menyebabkan kebakaran.
Di wilayah Belgorod, pejabat sementara gubernur Alexander Shuvaev menyebut satu orang juga meninggal akibat serangan di Distrik Shebekinsky.
Dari pihak Ukraina, Angkatan Udara Kyiv melaporkan Rusia meluncurkan satu rudal balistik, lima rudal jelajah, serta 168 drone serang dalam operasi malam hari.
Militer Ukraina mengklaim sistem pertahanannya berhasil menjatuhkan atau menonaktifkan dua rudal jelajah Kh-59/69 serta 154 drone dari total serangan tersebut.
