Trump Buka Pembicaraan dengan Iran, Selat Hormuz Disorot
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyampaikan bahwa pembicaraan dengan Iran dijadwalkan berlangsung pada Senin (3/8/2026). Meski demikian, Trump belum bersedia menetapkan batas waktu untuk tercapainya kesepakatan setelah dirinya membatalkan rencana serangan baru terhadap Iran.
Trump juga belum mengungkap lokasi perundingan maupun pihak-pihak yang akan terlibat dalam pembicaraan tersebut.
“Apakah saya lebih suka membuat kesepakatan? Saya tidak ingin membunuh orang karena banyak orang meninggal, dan kita tidak menginginkan itu,” kata Trump, dikutip dari Reuters.
Menurut Trump, Iran bersama sejumlah negara di Timur Tengah telah meminta kesempatan untuk merampungkan kesepakatan. Salah satu tujuan pembicaraan tersebut adalah membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz sekaligus mengakhiri program nuklir Iran.
Baca Juga : Jepang dan AS Intervensi Bersama, Yen Kembali Menguat
Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan memperluas konflik yang dilancarkan AS bersama Israel terhadap Iran sejak akhir Februari. Namun, keputusan untuk menunda serangan terbaru menunjukkan adanya upaya meredakan ketegangan setelah kedua pihak saling melontarkan ancaman serangan selama beberapa hari.
Konflik yang berlangsung juga telah meluas dari kawasan Teluk Persia menuju Laut Merah, bahkan berdampak hingga kawasan pelabuhan Mesir.
Iran Perkuat Jalur Diplomasi
Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran terus mengintensifkan komunikasi diplomatik dengan sejumlah negara. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi diketahui melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan serta Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir.
Pembicaraan tersebut dilakukan untuk membahas berbagai upaya diplomatik dalam meredakan konflik dan mencari jalan keluar dari ketegangan yang terjadi.
Sebelumnya, kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa pembahasan antara Teheran dan Oman terkait Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan salah satu fokus pembicaraan adalah kemungkinan pengaturan rute baru di kawasan selat tersebut.
Baca Juga : Korsel Tanggapi Tawaran Prabowo Terkait Dialog dengan Korut
“Tidak ada hubungannya dengan pembukaan atau penutupan Selat Hormuz. Itu adalah pembahasan terpisah,” ujarnya.
Iran Pernah Tolak Proposal Oman
Upaya diplomasi terkait Selat Hormuz bukanlah hal baru. Pada bulan lalu, Iran secara terbuka menolak proposal Oman yang mendapat dukungan sejumlah negara Teluk untuk mengatur pengelolaan jalur strategis tersebut.
Proposal itu antara lain mencakup mekanisme pengumpulan biaya secara sukarela bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Perkembangan terbaru menunjukkan isu Selat Hormuz masih menjadi salah satu poin penting dalam diplomasi Iran dengan negara-negara kawasan. Di sisi lain, rencana pembicaraan antara Washington dan Teheran menjadi sorotan karena berpotensi menentukan arah konflik serta stabilitas keamanan di Timur Tengah.

[…] Trump Buka Pembicaraan dengan Iran, Selat Hormuz Disorot […]
[…] Trump Buka Pembicaraan dengan Iran, Selat Hormuz Disorot […]
[…] Trump Buka Pembicaraan dengan Iran, Selat Hormuz Disorot […]