AS Pangkas Latihan Militer dengan Korsel, Ada Apa?
Pentagon memutuskan memangkas latihan militer besar-besaran Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan. Latihan yang semula dijadwalkan berlangsung hingga Rabu (27/8/2026) kini akan dihentikan lebih cepat pada Jumat (21/8/2026).
Selain mempersingkat durasi, Pentagon juga mengurangi sejumlah latihan tembak langsung. Sebagian diubah menjadi simulasi berbasis komputer, sementara latihan lainnya dibatalkan.
Langkah tersebut dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan Pentagon mengurangi latihan gabungan dengan Korea Selatan. Kebijakan itu disebut berkaitan dengan upaya Trump membuka kembali komunikasi dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sekaligus merespons keputusan Seoul yang menolak bergabung dalam konflik AS dengan Iran.
Pentagon Pangkas Latihan Militer AS-Korsel
Dikutip dari New York Times, Pentagon menyampaikan keputusan tersebut pada Selasa (18/8/2026) malam. Latihan Ulchi Freedom Shield yang berlangsung selama 11 hari dipangkas secara signifikan, meskipun pelatihan untuk mempertahankan kemampuan taktis pasukan tetap dilanjutkan. Pentagon menegaskan perubahan tersebut tidak akan mengurangi sasaran utama latihan.
Baca Juga : Trump Klaim Selat Hormuz Milik AS, Iran Langsung Bantah
“Penyesuaian ini mempertahankan kesiapan dan tujuan pelatihan yang penting. Tidak akan ada penurunan terhadap tujuan pelatihan AS,” bunyi pernyataan itu.
Latihan gabungan tersebut selama ini menjadi salah satu agenda militer utama AS dan Korea Selatan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman di Semenanjung Korea.
Sekutu Asia Mulai Khawatir
Keputusan Trump memunculkan kekhawatiran di antara sekutu AS di Asia. Mereka mulai mempertanyakan sejauh mana Washington masih berkomitmen menggunakan kekuatan militernya untuk menghadapi potensi ancaman China di kawasan.
Kekhawatiran tersebut semakin besar karena AS dilaporkan menghadapi keterbatasan sejumlah persenjataan penting. Di saat yang sama, sebagian sumber daya militer AS juga telah dialihkan dari kawasan Asia menuju Timur Tengah.
Sejumlah mantan maupun pejabat militer AS yang masih bertugas menilai pemangkasan latihan secara mendadak dapat berdampak terhadap kesiapan pasukan di Semenanjung Korea.
Perubahan latihan tembak langsung menjadi simulasi komputer juga dinilai berpotensi mengurangi pengalaman pasukan dalam menghadapi situasi pertempuran secara nyata.
Dari Seoul, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun mengatakan keputusan tersebut tidak disampaikan sebelumnya kepada pemerintah Korea Selatan.
“Kami tidak menerima pemberitahuan sebelumnya,” kata Cho dalam sidang parlemen.
Latihan AS-Korsel Sudah Berlangsung Puluhan Tahun
Latihan militer AS dan Korea Selatan digelar hampir setiap musim panas dengan melibatkan angkatan bersenjata kedua negara serta sejumlah sekutu AS lainnya di kawasan Asia-Pasifik.
Kerja sama latihan militer kedua negara telah berlangsung selama lebih dari 70 tahun. Latihan bersama tersebut dimulai pada 1955, setelah gencatan senjata pada 1953 mengakhiri Perang Korea.
Agenda latihan mencakup berbagai skenario ancaman, termasuk serangan drone, peperangan siber, hingga upaya memperkuat kemampuan pertahanan gabungan kedua negara.
Direktur urusan publik untuk Komando Pasukan Gabungan, Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Pasukan AS di Korea, Kolonel Ryan Donald, mengatakan latihan tersebut juga menyesuaikan perkembangan karakter peperangan modern.
Baca Juga : Jepang Uji Coba Rudal Hipersonik di Australia, Bidik China?
Fokusnya mencakup meningkatnya penggunaan sistem tanpa awak, peperangan elektronik, serta operasi siber.
Sementara itu, Trump sebelumnya mengkritik Seoul karena tidak bersedia bergabung dalam konflik melawan Iran. Dalam unggahannya di media sosial, Trump juga mengatakan Korea Utara di bawah Kim Jong Un tidak menjadi ancaman dan menghormatinya selama ia menjabat sebagai presiden.
Pemangkasan latihan militer dengan Korea Selatan tersebut pun menjadi sinyal penting mengenai pendekatan Trump terhadap Semenanjung Korea. Di satu sisi, Washington tetap mempertahankan latihan untuk menjaga kesiapan pasukan, tetapi di sisi lain skalanya dikurangi di tengah upaya Trump mendekati Pyongyang.
