Putin Ancam Balas Ukraina, Ekonomi Kyiv Jadi Target
Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengancam akan membalas serangkaian serangan Ukraina terhadap infrastruktur ekonomi Rusia. Moskow memperingatkan bahwa sektor ekonomi paling sensitif milik Kyiv dapat menjadi sasaran berikutnya.
Putin menilai Ukraina telah membuka apa yang ia sebut sebagai “Kotak Pandora” setelah meningkatkan serangan terhadap berbagai fasilitas ekonomi Rusia.
Melansir Reuters, Ukraina memang meningkatkan kampanye serangan drone terhadap sejumlah infrastruktur ekonomi Rusia sepanjang musim panas ini. Targetnya antara lain kilang minyak hingga gudang perusahaan ritel daring.
Kyiv menyatakan serangan tersebut ditujukan untuk menghancurkan infrastruktur yang dinilai berperan penting dalam mendukung operasi militer Rusia.
Baca Juga : AS Kenakan Tarif 50% ke Kanada, Imbas Negosiasi Buntu
Rusia kemudian merespons dengan menyerang sejumlah infrastruktur ekonomi Ukraina. Salah satu yang terdampak adalah jalur ekspor biji-bijian Ukraina melalui Laut Hitam, yang berpotensi menambah tekanan terhadap salah satu sumber pendapatan penting Kyiv.
“Rezim Kyiv berniat merusak ekonomi kami, lalu apa yang mereka lakukan? Mereka sendiri yang membuka Kotak Pandora ini,” kata Putin dalam pernyataan yang disampaikan kepada seorang jurnalis televisi pemerintah Rusia dan dipublikasikan pada Sabtu (22/8/2026).
Putin kemudian memperingatkan Ukraina agar bersiap menghadapi serangan balasan terhadap sektor ekonomi yang dianggap paling rentan.
“Kalau begitu, nantikan respons yang akan menargetkan sektor ekonomi Anda yang paling sensitif,” tegasnya.
Putin Klaim Tak Akan Ada Krisis Pangan Global
Putin menilai serangan Rusia yang berpotensi mengganggu ekspor produk pertanian Ukraina tidak akan menyebabkan kekurangan pangan di pasar global.
Ia mengatakan Rusia memiliki kemampuan untuk menggantikan sebagian pasokan ekspor Ukraina. Pernyataan tersebut disampaikan meski Kyiv juga diketahui melancarkan serangan terhadap infrastruktur ekspor biji-bijian Rusia.
“Kami memang menghadapi tantangan terkait pengiriman barang-barang kami, tetapi kami akan menyelesaikan masalah ini. Dengan demikian, tidak akan ada kekurangan di pasar global,” tambah Putin.
Sebelumnya, Rusia dan Ukraina sempat terikat kesepakatan yang dimediasi Turki untuk menjaga keamanan ekspor biji-bijian melalui Laut Hitam. Namun, Rusia kemudian menarik diri dari kesepakatan tersebut pada 2023.
Baca Juga : Trump Ancam Sanksi, Presiden Iran Ingin Perang Berakhir!
Meningkatnya serangan terhadap infrastruktur ekonomi kedua negara kini menambah tekanan terhadap aktivitas perdagangan, khususnya ekspor komoditas pertanian.
Putin Masih Buka Peluang Perundingan Damai
Di tengah eskalasi serangan terhadap sektor ekonomi, Putin kembali menyatakan bahwa Rusia masih terbuka terhadap perundingan perdamaian dengan Ukraina.
Namun, ia menegaskan bahwa pembicaraan hanya dapat berlangsung dengan mempertimbangkan apa yang disebutnya sebagai “realitas di lapangan”.
Putin juga menolak sejumlah proposal yang disebutnya telah disampaikan Ukraina melalui pihak perantara. Ia bahkan menggambarkan sejumlah gagasan tersebut sebagai sesuatu yang “eksotis”.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa posisi Moskow dalam proses perdamaian masih bergantung pada kondisi wilayah dan situasi konflik yang berlangsung saat ini.

[…] Putin Ancam Balas Ukraina, Ekonomi Kyiv Jadi Target […]