BGN Tunda Pembukaan Dapur Baru MBG, Fokus Benahi 27.000 SPPG
Badan Gizi Nasional (BGN) belum akan membuka atau mengaktifkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur baru untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam waktu dekat.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pemerintah saat ini masih memprioritaskan pembenahan terhadap sekitar 27.000 SPPG yang sudah berjalan.
Menurut dia, pembenahan tersebut diperlukan agar pelaksanaan program MBG memiliki tata kelola yang lebih baik. Perbaikan mencakup berbagai aspek, mulai dari aturan, sanitasi, pengelolaan keuangan, hingga manajemen operasional dapur.
Sudaryono menegaskan, pemerintah tidak ingin menambah jumlah dapur baru sebelum persoalan pada unit yang telah berjalan dapat diselesaikan.
“Izinkan kami membereskan 27.000 SPPG yang sudah operasional dulu soal tata kelola, aturan, peraturannya itu mesti benar dulu. Jangan sampai ini belum beres, kita buka-buka-buka, akhirnya numpuk masalah,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: BUMN Dipangkas Danantara, Target Tersisa 254 Perusahaan
Pembukaan Dapur Baru Tunggu Regulasi dan Koordinasi Selesai
Kebijakan penundaan tersebut juga berlaku bagi mitra yang telah menyiapkan dapur MBG dan siap beroperasi, termasuk dapur yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Sudaryono meminta para mitra, perbankan, serta pihak yang telah terlibat dalam persiapan dapur baru untuk bersabar hingga proses pembenahan selesai.
“Jadi, kami mohon kepada barangkali ini kan ada yang siap mitra, ya. Kalau ada yang, ‘Kok saya sudah jadi, Pak. Sudah 100%, Pak. Barangkali di 3T,’ itu tetap itu kami sebentar deh,” ujarnya.
Ia menjelaskan, BGN masih perlu merapikan sejumlah aspek regulasi dan koordinasi dengan kementerian maupun lembaga terkait sebelum kembali membuka dapur baru.
Beberapa pihak yang masih perlu dikoordinasikan antara lain Kementerian Kesehatan, Kementerian PANRB, serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
“Kami bereskan dulu dari sisi tata kelolanya, keuangannya beres, urusan dengan Kemenkes beres, aturan di PANRB-nya beres, dengan BKKBN beres. Baru kita akan keluarkan peraturan-peraturan baru yang itu mengakomodir pembukaan atau aktivasi dapur-dapur di wilayah 3T dan wilayah-wilayah lain, yang memang masih banyak sekolah-sekolah anak-anak yang memang masih membutuhkan MBG,” ucap dia.
Baca Juga: Produksi Minyak RI Baru 95 Persen Target APBN, Ini Sebabnya
Meski demikian, BGN belum menetapkan waktu pasti kapan pembukaan dapur baru dapat kembali dilakukan. Keputusan tersebut akan menunggu penyelesaian pembenahan internal dan koordinasi antarinstansi.
Sudaryono juga memahami kondisi sejumlah mitra yang telah membangun dapur menggunakan pembiayaan dari perbankan. Namun, ia meminta agar para mitra memberikan waktu kepada BGN untuk menyelesaikan proses perbaikan.
“Jadi kami mohon kesabarannya, sabar sedikit, sabar ya. Jadi, memang banyak yang orang sudah bangun dapur, utang bank, dikejar-kejar bank. Ya, kami baru sebulan, izinkan kami kasih waktu sedikit lagi untuk kemudian kami bereskan,” pungkas dia.

[…] BGN Tunda Pembukaan Dapur Baru MBG, Fokus Benahi 27.000 SPPG […]