Danantara Pangkas BUMN, Target Tersisa 254 Perusahaan
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berencana memangkas jumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara signifikan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki kinerja dan meningkatkan daya saing perusahaan pelat merah.
Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan, selama sekitar satu setengah tahun mengelola BUMN, pihaknya telah menyelesaikan penutupan terhadap 290 perusahaan.
Menurut dia, perampingan tersebut dilakukan agar perusahaan BUMN dapat menjadi lebih efisien, lincah, serta mampu bersaing di tingkat global.
Baca Juga: Pastikan Tetap Wajar, DSI akan Ambil Margin Ekspor SDA
“Kami melakukan beragam upaya dalam 1,5 tahun ini. Kami sudah menyelesaikan kurang lebih 290 perusahaan yang ditutup. Dan kita berharap sampai dengan akhir tahun ini, perusahaan dari 1.074 itu tinggal menjadi 254 perusahaan yang solid, strong, dan semuanya untung,” ungkap Dony dalam Danantara BUMN Progress Update, Rabu (26/8/2026).
Ia menjelaskan, proses perampingan dilakukan melalui pemetaan berdasarkan benchmark industri, ukuran pasar, serta kemampuan internal perusahaan.
Analisis tersebut mencakup kondisi keuangan hingga kapasitas sumber daya manusia dan organisasi.
Dari total 1.074 perusahaan BUMN, Danantara membaginya ke dalam empat kelompok penanganan.
Pertama, perusahaan yang perlu dilikuidasi karena tidak lagi memiliki prospek bisnis. Kedua, perusahaan yang dapat didivestasi karena masih memiliki nilai ekonomi.
Kelompok ketiga adalah perusahaan yang dapat dikonsolidasikan agar memiliki skala bisnis lebih besar. Sementara kelompok keempat merupakan perusahaan yang dapat dipulihkan melalui restrukturisasi, terutama dari sisi keuangan.
“Contoh yang konsolidasi adalah rumah sakit yang akan diluncurkan kembali dengan nama Indonesia Hospital yang direncanakan pada September ini. Bahwa kelompok konsolidasi ini akan menjadi perusahaan yang kuat, kompetitif, dan besar,” tegas Dony.
Baca Juga: Prabowo Jelaskan Sumber Dana Ratusan Helikopter Bencana
Dalam proses restrukturisasi, Danantara akan melakukan sejumlah langkah, mulai dari aksi korporasi, penyertaan modal, restrukturisasi kredit, hingga pemotongan sebagian kewajiban perusahaan.
Dony mencontohkan PT Telkom Indonesia sebagai salah satu perusahaan yang menjalani proses transformasi. Perubahan tersebut dilakukan melalui penguatan model bisnis menjadi strategic holding.
Menurutnya, perbaikan kinerja sejumlah BUMN tidak hanya berasal dari pengurangan jumlah perusahaan, tetapi juga melalui transformasi bisnis, pembenahan manajemen, peningkatan efisiensi, serta restrukturisasi.
Sejumlah perusahaan BUMN seperti PT Semen Indonesia Tbk, PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia, PT Timah Tbk, hingga PT Krakatau Steel Tbk disebut mulai menunjukkan peningkatan kinerja setelah dilakukan berbagai langkah pembenahan.

[…] Danantara Pangkas BUMN, Target Tersisa 254 Perusahaan […]