Trump Klaim Pemimpin Iran Masih Hidup Usai Luka Parah
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meyakini Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei masih hidup, meski disebut mengalami luka serius akibat konflik dengan AS dan Israel.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan pembawa acara radio konservatif Glenn Beck.
“Saya rasa dia belum meninggal. Dia terluka sangat parah. Sisi kiri tubuhnya, lengan, kaki, semuanya. Dia terluka sangat parah. Tapi saya rasa dia belum meninggal,” kata Trump, dikutip dari Arabiya.
Secara resmi, pemerintah Iran masih menyatakan Mojtaba Khamenei memimpin negara tersebut di tengah serangan yang dilakukan AS dan Israel.
Baca Juga: Kesepakatan Nuklir Saudi Dikirim Trump ke Kongres AS
Namun, minimnya kemunculan Mojtaba di hadapan publik serta meningkatnya peran sejumlah tokoh senior Garda Revolusi Iran memicu berbagai spekulasi mengenai kondisi sebenarnya.
Sejumlah pihak mempertanyakan apakah Mojtaba masih menjalankan kendali penuh terhadap pemerintahan Iran atau mengalami gangguan kesehatan akibat konflik yang berlangsung.
Trump sebelumnya juga beberapa kali menyatakan bahwa tekanan militer dan ekonomi AS terhadap Iran telah memberikan hasil.
“Semua itu mengarah pada kemenangan yang sangat besar. Kita akan meraih kemenangan besar dalam waktu dekat,” jelas Trump.
Ia juga mengeklaim situasi di Selat Hormuz telah kembali normal setelah sebelumnya terganggu akibat tindakan Iran yang membatasi lalu lintas pelayaran.
“Bisa dibilang, karena selat itu sudah terbuka. Sekarang banyak kapal yang melewati Selat itu. Kita menerima mereka. Ranjau-ranjau sudah hilang,” ujarnya.
Trump menegaskan salah satu tujuan utama kebijakan AS terhadap Iran adalah mencegah negara tersebut memiliki senjata nuklir.
“Kita tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Itulah intinya. Itu 99,9 persen. Kita tidak bisa membiarkan mereka karena mereka gila dan mereka akan menggunakannya,” tambah Trump.
Baca Juga: Diam-diam Bos CIA ke Moskow, Bawa Pesan Rahasia Putin?
Media Iran Tampilkan Video Mojtaba Khamenei
Sebelumnya, media Iran merilis video yang menampilkan Mojtaba Khamenei setelah muncul laporan mengenai kondisi kesehatannya yang disebut kritis.
Video tersebut dirilis oleh Mehr News Agency dan memperlihatkan Mojtaba memimpin diskusi akademik keagamaan bersama sejumlah ulama.
Dalam rekaman itu, Mojtaba terlihat memimpin pembahasan setelah para peserta terlebih dahulu memanjatkan doa.
Suara dan penampilannya dalam video tersebut tampak normal tanpa menunjukkan tanda-tanda luka serius seperti yang disebut Trump.
Namun, Mehr News Agency tidak mencantumkan tanggal pasti pengambilan gambar dalam video tersebut.
Rekaman itu menjadi salah satu kemunculan publik Mojtaba pada Agustus 2026, di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap kondisi kepemimpinan Iran setelah konflik dengan AS dan Israel.
