Mojtaba Khamenei Ancam AS Usai Serangan di Sirik, Iran Membalas?
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, akhirnya angkat bicara setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke wilayah Sirik, Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang, termasuk seorang anak.
Mojtaba menegaskan bahwa Iran akan memberikan respons terhadap serangan tersebut. Ia bahkan memperingatkan AS bahwa akan ada pelajaran yang tidak terlupakan bagi musuhnya.
“Wahai Iran dan Poros Perlawanan, ada pelajaran tak terlupakan bagi musuh Amerika,” ujar Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei dilansir Aljazeera, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga : Kerugian Negara Rp 53 Triliun, 19 Perusahaan Diduga Picu Karhutla
Pernyataan tersebut disampaikan Mojtaba melalui unggahan di X setelah serangan AS terhadap Iran berlangsung.
Serangan militer AS dilaporkan menyasar sebuah rumah di kawasan pegunungan dekat kota pesisir Sirik, Iran. Media Iran menyebut serangan tersebut terjadi ketika sebuah acara pernikahan sedang berlangsung.
Cabang Provinsi Bulan Sabit Merah Iran memastikan empat orang meninggal dunia akibat serangan tersebut. Salah satu korban merupakan seorang anak.
Informasi mengenai korban disampaikan Bulan Sabit Merah Iran dan dikutip kantor berita Fars. Sementara itu, Fars yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran melaporkan bahwa tim tanggap darurat masih melakukan penanganan di lokasi.
Wakil Gubernur Provinsi Hormozgan bidang keamanan juga mengonfirmasi adanya proses penyelamatan yang masih berlangsung.
Selain menyebabkan korban jiwa, serangan tersebut juga mengakibatkan puluhan orang mengalami luka-luka.
Baca Juga : Purbaya Ingatkan Risiko Ekonomi Global, RI Harus Siap
Media Iran melaporkan lebih dari 50 orang terluka dalam insiden tersebut. Tim Bulan Sabit Merah setempat masih melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di sekitar lokasi terdampak.
Rekaman yang beredar memperlihatkan puing-puing berserakan di sekitar bangunan yang diduga merupakan rumah yang rusak akibat serangan. Dalam rekaman tersebut juga terdengar suara warga berteriak di tengah proses penanganan korban.
Insiden di Sirik kini menambah ketegangan antara Iran dan AS. Ancaman balasan yang disampaikan Mojtaba Khamenei menunjukkan bahwa Teheran berpotensi memberikan respons terhadap serangan terbaru tersebut.
