Utang Whoosh Segera Dialihkan ke Kemenkeu, PSBI Bagaimana?
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa Danantara akan menyerahkan pengelolaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada pertengahan September 2026.
Proses pengalihan tersebut nantinya dilakukan oleh Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria.
“Kita tunggu nanti pertengahan bulan ini Pak Dony akan menyerahkan ke saya,” ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (2/8/2026).
Meski pengalihan pengelolaan utang akan segera dilakukan, Purbaya mengatakan skema penyelesaiannya masih dalam pembahasan. Pemerintah juga masih menggodok mekanisme pelibatan dua Badan Layanan Umum (BLU) atau Special Mission Vehicle (SMV) yang berada di bawah Kemenkeu.
Baca Juga : Prabowo Terbang ke Rusia, Hadiri Forum Ekonomi atas Undangan Putin
Menurut Purbaya, dua SMV tersebut telah disiapkan untuk membantu proses penyelesaian utang proyek Whoosh. Namun, pemerintah belum mengumumkan nama kedua lembaga tersebut.
“Belum, lagi digodok dan belum bisa diumumkan sekarang, tapi udah siap semua,” katanya.
Sebagai informasi, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) merupakan konsorsium BUMN yang memiliki 60 persen saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Jika proses pengalihan saham tersebut dilakukan, kepemilikan saham yang sebelumnya berada di bawah konsorsium BUMN akan berada di bawah Kemenkeu.
Bagaimana Nasib PSBI setelah Proses Pengalihan Saham?
COO Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, membenarkan bahwa kepemilikan saham BUMN dalam proyek Whoosh akan dialihkan kepada Kemenkeu.
“Iya, konsorsium kita, kan? Yang BUMN, kan? Iya, dialihkan, dihibahkan,” ujar Dony saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Ketika ditanya apakah pengalihan saham tersebut juga akan membuat PSBI dihentikan, Dony belum memberikan jawaban secara tegas.
Baca Juga : Purbaya Ingatkan Risiko Ekonomi Global Masih Tinggi
Ia hanya menjelaskan bahwa proses yang akan dilakukan terlebih dahulu adalah pengalihan saham PSBI. Menurutnya, yang paling penting saat ini adalah memastikan proses tersebut berjalan dan dapat diselesaikan dengan baik agar persoalan utang Whoosh segera menemukan penyelesaian.
“Dialihkan dulu prosesnya. Yang penting selesai. Ingin nggak selesai? Kan bagus,” katanya.
Dengan pengalihan pengelolaan utang dan saham tersebut, pemerintah tengah menyiapkan skema baru untuk menyelesaikan kewajiban pembiayaan proyek Whoosh. Kemenkeu akan menjadi pihak yang menangani pengelolaan utang, sementara mekanisme penyelesaian serta peran SMV masih menunggu keputusan final pemerintah.
