Pentagon Investasi Minyak Venezuela, Trump Tuai Kritik
Pentagon disebut terlibat langsung dalam kesepakatan produksi minyak antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela yang diumumkan Presiden Donald Trump.
Keterlibatan tersebut dilakukan melalui Kantor Modal Strategis Pentagon yang kini menjalin kerja sama dengan perusahaan minyak swasta North American Blue Energy Partners milik pengusaha Alejandro Betancourt Lopez.
Pemerintahan Trump menyebut Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio turut memfasilitasi kesepakatan tersebut. Kerja sama itu ditujukan untuk mengamankan akses terhadap miliaran barel cadangan minyak Venezuela tanpa membebani pembayar pajak AS secara langsung.
Baca Juga : AS-Korut Beri Sinyal Dialog, Pertemuan Mungkin Terjadi
Dalam skema pembiayaan yang digunakan, Pentagon memperoleh instrumen berupa penny warrant yang memberikan opsi kepemilikan saham hingga 35 persen pada perusahaan induk milik Betancourt. Instrumen tersebut memiliki harga konversi yang sangat rendah.
Selain hak kepemilikan, Pentagon juga memperoleh hak istimewa atas pasokan minyak yang dihasilkan perusahaan tersebut.
“Upaya Presiden Trump untuk mengubah militer AS menjadi investor di minyak Venezuela adalah penyalahgunaan kekuasaan dan uang pembayar pajak yang terang-terangan,” kata Senator Jack Reed dari Rhode Island, dikutip dari New York Times, Senin (31/8/2026).
Ketentuan Hak Beli Minyak
Berdasarkan rincian yang diumumkan Gedung Putih, pemerintah AS akan memperoleh alokasi sebesar 20 persen dari total produksi minyak perusahaan milik Betancourt. Minyak tersebut akan diberikan dengan harga yang setara biaya produksinya.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mendapatkan hak prioritas untuk membeli 80 persen sisa produksi minyak perusahaan tersebut.
Kewenangan ini dinilai tidak biasa karena transaksi dan pengisian cadangan minyak strategis AS pada umumnya berada di bawah Departemen Energi serta membutuhkan persetujuan Kongres.
Kesepakatan tersebut juga memberikan pemerintah AS hak veto dalam penunjukan anggota dewan direksi perusahaan.
Selain itu, Washington menetapkan bahwa mayoritas anggota dewan harus merupakan warga negara AS. Ketentuan ini dimaksudkan untuk memberikan AS pengawasan terhadap ladang minyak yang sebelumnya berada dalam penguasaan entitas Rusia, China, maupun pengusaha lokal Venezuela.
Alejandro Betancourt Lopez menyambut positif kesepakatan tersebut.
“Kesepakatan ini akan melepaskan potensi minyak Venezuela untuk keuntungan besar bagi warga Venezuela dan AS,” ujarnya.
Rekam Jejak Alejandro Betancourt Lopez
Keterlibatan Betancourt dalam kerja sama tersebut menjadi sorotan karena rekam jejak hukumnya.
Ia sebelumnya pernah menjadi subjek penyelidikan terkait dugaan pencucian uang dan penipuan pajak di Spanyol serta Swiss. Betancourt juga sempat menghadapi pembatasan perjalanan dari otoritas Inggris.
Menurut laporan internal, Departemen Luar Negeri AS di bawah kepemimpinan Rubio disebut berupaya mendorong otoritas terkait untuk melonggarkan tekanan hukum terhadap Betancourt agar kesepakatan minyak tersebut dapat berjalan.
Baca Juga : Trump-Kim Jong Un Berpotensi Bertemu, Sinyal Dialog Terlihat
Di sisi lain, perubahan fungsi Kantor Modal Strategis Pentagon juga menjadi perhatian. Lembaga tersebut sebelumnya lebih dikenal sebagai penyedia pembiayaan untuk memperkuat rantai pasok industri pertahanan AS.
Kantor tersebut sebelumnya memberikan pinjaman senilai ratusan juta dolar AS kepada perusahaan domestik, termasuk Vulcan Elements dan ReElement Technologies. Kebijakan tersebut juga sempat mendapat kritik dari anggota parlemen Partai Demokrat karena adanya dugaan persoalan dalam proses uji tuntas serta keterkaitan finansial dengan pihak yang berada di lingkaran dalam pemerintahan.
Keterlibatan Pentagon dalam investasi minyak Venezuela kini menimbulkan pertanyaan mengenai batas peran militer AS dalam aktivitas bisnis strategis, terutama ketika lembaga pertahanan memperoleh kepentingan langsung dalam aset energi asing.
