Ghalibaf Sebut AS Setan Usai Serangan Pesta Pernikahan Iran
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengecam Amerika Serikat setelah serangan terhadap sebuah pesta pernikahan di Kuhestak, wilayah selatan Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Dilansir AFP, Rabu (2/9/2026), Ghalibaf mengatakan sejumlah anak turut menjadi korban dalam insiden tersebut. Ia juga mengaitkan serangan itu dengan sejumlah kejadian mematikan lainnya di Iran pada tahap awal perang di Timur Tengah, termasuk serangan terhadap sebuah sekolah di Minab.
Ghalibaf kemudian menyebut Amerika Serikat sebagai “Setan” dan Israel sebagai “Setan kecil” dalam unggahannya di media sosial X.
Baca Juga : Ekonomi India Tumbuh di Tengah Gejolak Global
“Jika suatu kekuatan bertindak seperti Setan, memilih target seperti Setan, dan membunuh seperti Setan, itu adalah Setan. Melindungi Setan kecil yang melakukan hal yang sama? Itu adalah Setan Besar,” kata Ghalibaf.
Istilah “Setan” memiliki sejarah panjang dalam retorika politik Iran. Sebutan tersebut pertama kali digunakan Ruhollah Khomeini, pendiri Republik Islam Iran pada 1979, untuk merujuk kepada Amerika Serikat. Istilah itu kemudian terus digunakan oleh para pemimpin Iran setelahnya.
Iran Balas dengan Serangan Drone dan Rudal
Iran merespons serangan tersebut dengan meluncurkan drone dan rudal ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Serangan dilaporkan menyasar fasilitas AS di beberapa wilayah, termasuk Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, serta kawasan Kurdistan Irak.
Militer Amerika Serikat sejauh ini tidak memberikan tanggapan langsung terkait serangan terhadap pesta pernikahan tersebut.
Namun, juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Tim Hawkins, membantah bahwa militer AS sengaja menargetkan warga sipil.
“Militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil, tidak seperti IRGC,” ujar Hawkins, merujuk pada Garda Revolusi Iran.
Trump Ancam Iran dengan Serangan Lebih Dahsyat
Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden AS Donald Trump mengatakan pasukan Amerika telah melancarkan serangan besar di sekitar Selat Hormuz.
Baca Juga : Purbaya Bakal Minta Persetujuan DPR Sebelum Tarik SAL
Melalui platform Truth Social, Trump menyebut operasi tersebut sebagai serangan “besar dan dahsyat”. Menurutnya, tindakan itu dilakukan sebagai respons terhadap apa yang disebutnya sebagai upaya Iran menebar ranjau laut di Selat Hormuz.
Trump juga menyinggung serangan rudal Iran yang sebelumnya diarahkan ke pangkalan Amerika Serikat di Yordania. Ia mengklaim seluruh rudal tersebut berhasil dicegat.
Presiden AS itu kemudian memperingatkan Iran agar tidak melakukan serangan balasan. Trump menegaskan Washington akan merespons dengan kekuatan yang lebih besar apabila Iran kembali menyerang.
“Jika negara Iran yang gagal itu membalas serangan yang sangat beralasan ini, maka mereka akan diserang kembali dengan kekuatan yang jauh lebih besar dan dahsyat,” tegas Trump.
