BGN Minta Kepala SPPG Talang Angin Dipecat Usai Keracunan
Badan Gizi Nasional (BGN) meminta Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin dicopot menyusul kasus keracunan massal yang terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggul Angin, Sidoarjo.
Lebih dari 500 orang dilaporkan terdampak setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan pihaknya mengusulkan pencopotan sekaligus penggantian kepala SPPG tersebut.
Baca Juga : Purbaya Akan Minta Persetujuan DPR, Sebelum Tarik SAL Ratusan Triliun
“Kami mengusulkan kepada kepala SPPG tersebut untuk dilakukan suatu pencopotan sekaligus melakukan pergantian,” kata Ketut, Rabu (2/9).
Selain mengusulkan pergantian kepala SPPG, BGN juga memberikan sanksi berupa penghentian sementara atau suspend terhadap SPPG Talang Angin dengan kategori berat.
Ketut mengatakan BGN bersama Dinas Kesehatan akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti keracunan yang menimpa para penerima manfaat MBG.
“Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait dan hasilnya nanti kita akan umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan,” ujarnya.
BGN juga menjatuhkan suspend kategori berat terhadap SPPG Sidoarjo, Talang Angin selama 30 hari.
“Kemudian kami juga melakukan suspend dengan kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Talang Angin,” imbuhnya.
Menurut Ketut, prioritas BGN saat ini adalah memastikan kondisi kesehatan para korban yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
“Kita akan fokus dengan penyelamatan kesehatan anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit,” tuturnya.
Berdasarkan hasil investigasi sementara, jumlah orang yang terdampak keracunan mencapai lebih dari 500 orang.
Di RSUD RT Notopuro Sidoarjo, tercatat 380 orang telah mendapatkan penanganan. Hingga pukul 15.30 WIB, masih terdapat lima pasien yang menjalani perawatan dan 22 orang lainnya berada dalam tahap observasi.
Humas RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Rizqi Maulana, mengatakan sebanyak 353 pasien telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga : Danantara Siapkan Investasi untuk Bisnis Bus Listrik Bakrie
“Pukul 15.30 WIB total ada 380. Yang sudah pulang 353. Yang kita rawat ada 5. Masih observasi 22,” kata Rizqi, Rabu.
Ia mengatakan kondisi pasien yang masih menjalani observasi secara umum mulai membaik. Meski demikian, sebagian pasien masih mengalami keluhan seperti diare dan sakit perut.
“Kondisi mereka sudah membaik. Memang masih jalan observasi tadi tadi itu diare. Masih sakit perut,” ujarnya.
Lima pasien yang masih menjalani perawatan tidak ditempatkan di ruang ICU. Mereka mendapatkan perawatan di ruang rawat biasa.
“Di ruangan biasa,” kata Rizqi.
