Ribuan Warga Kolombia Protes Kedutaan Israel di Yerusalem
Ribuan orang menggelar demonstrasi di berbagai wilayah Kolombia untuk mengecam perang Israel di Gaza dan keputusan pemerintah membuka kedutaan besar di Yerusalem. Massa juga memprotes kebijakan Presiden Abelardo de la Espriella yang memulihkan hubungan dengan Israel serta mempererat hubungan dengan Amerika Serikat (AS).
Di ibu kota Bogota, mahasiswa, aktivis sosial, dan demonstran turun ke jalan sambil mengibarkan bendera Palestina. Mereka menolak perubahan arah kebijakan luar negeri pemerintah Kolombia dan menyuarakan penentangan terhadap pengaruh Washington.
Para demonstran membawa spanduk bertuliskan, “Kami bukan halaman belakang kalian,” serta meneriakkan slogan yang mengkritik intervensi AS dan kepemimpinan De la Espriella.
Baca Juga : Arab Saudi Cegat Rudal di Madinah, Houthi Bantah Serangan
Sebagian peserta aksi bahkan membakar bendera AS sebagai simbol penolakan terhadap semakin dekatnya hubungan pemerintah Kolombia dengan Washington di bawah Presiden Donald Trump. Demonstrasi tersebut menjadi bagian dari mobilisasi nasional yang turut menyoroti kebijakan dalam negeri pemerintahan konservatif De la Espriella.
Kolombia Resmikan Kedutaan Besar di Yerusalem
Aksi protes berlangsung bersamaan dengan peresmian kedutaan besar Kolombia di Yerusalem pada Rabu. Pembukaan kantor diplomatik tersebut menandai perubahan kebijakan yang signifikan setelah pemerintahan sebelumnya, di bawah Presiden Gustavo Petro, memutus hubungan diplomatik dengan Israel pada 2024 sebagai respons terhadap perang di Gaza.
Menteri Luar Negeri Kolombia Omar Bula menghadiri peresmian tersebut. Ia menyatakan bahwa pemulihan hubungan diplomatik diperlukan untuk memperkuat kerja sama antara kedua negara.
“Hubungan diplomatik antara kedua negara seharusnya tidak pernah diputus,” kata Bula, seperti dikutip Anadolu Agency, Kamis (15/10/2026).
Bula juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mempererat kemitraan dengan Israel.
“Israel adalah mitra strategis. Selalu demikian, dan mulai sekarang, akan menjadi mitra yang jauh lebih kuat,” ujarnya.
Ia menyebut pembukaan kedutaan tersebut sebagai “langkah nyata menuju pemulihan penuh hubungan bilateral.”
Pemerintah Kolombia Pulihkan Perjanjian Dagang dengan Israel
Perubahan kebijakan pemerintah Kolombia tidak hanya mencakup hubungan diplomatik. Pemerintahan De la Espriella juga kembali memberlakukan perjanjian perdagangan bebas dengan Israel yang sebelumnya ditangguhkan pada masa kepemimpinan Petro.
Baca Juga : Iran Ubah Strategi Serangan di Selat Hormuz Jelang Pemilu AS
Langkah tersebut mempertegas perubahan arah politik luar negeri Kolombia setelah pergantian kepemimpinan nasional. Kebijakan ini sekaligus menandai upaya pemerintah untuk memperluas kembali kerja sama ekonomi dan diplomatik dengan Israel.
Namun, keputusan membuka kedutaan di Yerusalem menuai kritik dari sejumlah pejabat Palestina. Mereka memperingatkan bahwa langkah tersebut berisiko bertentangan dengan hukum internasional dan melemahkan posisi diplomatik Kolombia dalam konflik Israel-Palestina.
Penolakan terhadap kebijakan tersebut turut menjadi salah satu pemicu demonstrasi di berbagai wilayah Kolombia. Para demonstran menentang pemulihan hubungan dengan Israel di tengah perang Gaza serta mengkritik semakin eratnya hubungan pemerintah Kolombia dengan AS.

[…] Ribuan Warga Kolombia Protes Kedutaan Israel di Yerusalem […]