Prabowo Sebut Kekayaan Indonesia Dirampok Selama Ratusan Tahun
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyinggung kekayaan alam Indonesia yang menurutnya telah dirampok selama bertahun-tahun, bahkan ratusan tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).
Prabowo mengatakan, Indonesia kerap menjadi sasaran bangsa-bangsa lain karena memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah.
Baca Juga: Suara Arab Israel Dapat Gulingkan Netanyahu di Pemilu 2026
“Dari sejak kita lahir kita diganggu. Kenapa? karena Indonesia ini sangat-sangat kaya, kekayaan kita, telah dirampok bertahun-tahun, ratusan tahun saya sudah buktikan ke saudara-saudara dan bukan sekarang tidak perlu ulangi lagi data-data sejarah membenarkan bahwa nusantara kita ini selalu menjadi sasaran, sasaran kekuatan-kekuatan negara yang ingin mengambil kekayaan kita,” ungkap Prabowo.
Ia juga menyoroti praktik penyelundupan sumber daya alam (SDA) yang dinilai merugikan Indonesia, mulai dari timah, emas, batu bara, hingga kayu.
Selain itu, Prabowo menyinggung penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) dan pupuk bersubsidi yang seharusnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam negeri.
“Harta kekayaan kita diselundupkan, timah kita, emas kita, batu bara kita diselundupkan, kayu kita diselundupkan, BBM kita yang disubsidi diselundupkan, pupuk yang disubsidi diselundupkan,” ungkap Prabowo.
Menurut Prabowo, kebocoran kekayaan negara akibat penyelundupan tersebut menjadi persoalan serius yang harus segera diatasi.
Baca Juga: Pada Oktober 2026, BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen
Ia mengibaratkan sumber daya alam sebagai darah bagi Indonesia. Jika kekayaan tersebut terus mengalir keluar tanpa kendali, kondisi negara akan terancam.
Atas dasar itu, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang mengharuskan negara bertahan sekaligus menyelamatkan kekayaan alamnya.
“Kita sekarang berada dalam kondisi harus survival, kita harus bertahan kita harus menyelamatkan kekayaan kita, kekayaan kita, sumber alam kita, itu adalah ibarat darah kita. kalau darah kita bocor terus tidak mungkin badan kita selamat,” tegas Prabowo.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya upaya penyelamatan sumber daya alam Indonesia dari praktik penyelundupan yang berpotensi merugikan negara.
