Danantara Desak Himbara Kejar Skala DBS dan HSBC
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mendorong bank-bank pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara), seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan BBTN untuk mampu bersaing di kancah global layaknya perbankan asing besar seperti DBS dan HSBC.
Baca Juga : RI Bangun Kampung Haji di Mekkah, Arab Saudi Setuju
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa sebagai negara terbesar di ASEAN, Indonesia seharusnya memiliki sektor perbankan dengan kapasitas dan skala yang setara dengan bank-bank regional. Namun, kondisi saat ini menunjukkan bahwa bank nasional masih tertinggal dari pemain global. Misalnya, DBS memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$110 miliar atau Rp 1.839,03 triliun, sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) baru mencapai seperempat dari nilai tersebut.
Pandu mengatakan, Indonesia adalah negara terbesar di ASEAN, tetapi banknya tidak menjadi yang terbesar di kawasan. Bercermin pada DBS dengan market cap US$110 miliar, sedangkan Bank Mandiri hanya seperempatnya.
Saat ini, kapitalisasi pasar BMRI tercatat sebesar Rp 452,67 triliun. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencapai Rp 606,24 triliun, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) senilai Rp 196,84 triliun.
Pandu menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Himbara untuk tidak hanya mendominasi pasar domestik, tetapi juga tampil sebagai pemain utama di tingkat regional.
Di sisi lain, pemerintah telah memperkuat likuiditas perbankan pelat merah per November 2025 untuk mendorong penyaluran kredit. Kementerian Keuangan, per 10 November 2025, kembali memindahkan dana kas pemerintah dari Bank Indonesia (BI) ke Bank Mandiri, BNI, BRI, dan Bank Jakarta senilai total Rp 76 triliun. Rinciannya, Mandiri, BNI, dan BRI masing-masing menerima Rp 25 triliun, sementara Bank Jakarta memperoleh Rp 1 triliun.
Baca Juga : Pertamina Berikan Rp 23T Dividen ke Danantara hingga 2025
