Karibia Memanas! AS Siagakan 15.000 Personel dan Karantina Laut untuk Lumpuhkan Minyak Venezuela
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela terus menyelimuti kawasan Karibia meskipun kekhawatiran akan pengambilalihan kendali langsung oleh Washington mulai mereda pada Minggu (4/1/2026).
Satu hari pasca-penangkapan Nicolas Maduro, otoritas Amerika Serikat mengkonfirmasi tetap menyiagakan sekitar 15.000 personel militer di kawasan Karibia. Washington juga menegaskan bahwa peluang intervensi militer lanjutan tetap terbuka apabila Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, tidak memenuhi berbagai tuntutan yang diajukan oleh pihak Amerika Serikat.
Sejalan dengan pengerahan pasukan tersebut, Presiden Donald Trump telah melontarkan peringatan keras kepada Rodríguez. Trump menyatakan bahwa Rodríguez akan menghadapi konsekuensi atau membayar harga yang sangat mahal, yang kemungkinan bisa lebih besar daripada yang dialami oleh Maduro, jika ia tidak mengambil langkah-langkah yang dianggap benar oleh pihak Washington.
“Jika dia tidak melakukan apa yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih besar daripada Maduro,” kata Trump dalam wawancara dengan majalah The Atlantic dikutip pada Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Trump Ambil Alih Industri Migas Venezuela, Ada Dampaknya ke Harga Minyak? – Economix
Meskipun secara publik mengecam penangkapan Nicolas Maduro sebagai sebuah kekejaman, laporan internal menunjukkan bahwa pemerintah Donald Trump telah mengidentifikasi Delcy Rodríguez sebagai calon penerus potensial.
Penilaian ini didasari oleh hubungan Rodríguez dengan Wall Street serta sektor perusahaan minyak. Presiden Trump bahkan mengklaim bahwa Rodríguez telah menyatakan kesediaan untuk bekerja sama melalui pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.
Di Caracas, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino López menyerukan kepada rakyat Venezuela untuk kembali menjalankan aktivitas normal di berbagai bidang, termasuk ekonomi, pekerjaan, dan pendidikan dalam beberapa hari ke depan.
Meski para pejabat militer dan pemerintah tetap menuntut pemulangan Maduro, mereka secara implisit memberikan dukungan kepada Rodríguez sebagai pemimpin sementara guna menjamin persatuan kekuatan revolusioner.
Di sisi lain, kebijakan pemerintahan Trump yang lebih memilih perubahan rezim secara terbatas telah mengecewakan pihak-pihak yang mengharapkan transisi menuju demokrasi penuh. Trump juga memberikan pernyataan yang meremehkan tokoh oposisi María Corina Machado, sementara Marco Rubio menutup kemungkinan adanya penyelenggaraan pemilu dalam waktu dekat.
Dalam upayanya meredam spekulasi mengenai invasi jangka panjang, Marco Rubio menjelaskan bahwa keberadaan pasukan Amerika Serikat di Caracas sebelumnya hanya berlangsung selama dua jam. Operasi tersebut merupakan fungsi penegakan hukum terhadap organisasi narkoba yang tidak memerlukan persetujuan Kongres.
Baca Juga: Permohonan Terakhir Maduro, Apa Saja yang Diungkapkan? – Economix
Namun, Amerika Serikat tetap memberlakukan karantina laut untuk memblokir kapal tanker minyak guna menjaga daya tekan terhadap pemerintahan transisi. Rubio menegaskan bahwa Washington akan memberikan penilaian berdasarkan tindakan nyata pemerintah Venezuela, bukan berdasarkan pernyataan publik mereka.
Selain itu, Rubio menyebut pemerintah Kuba saat ini sedang berada dalam kesulitan serius dan menegaskan bahwa arah transisi selanjutnya harus ditentukan oleh pimpinan militer serta kepolisian setempat.
Tindakan Amerika Serikat ini memicu kecaman kolektif dari Spanyol, Brasil, Cile, Kolombia, Meksiko, dan Uruguay, yang menilai langkah tersebut sebagai preseden berbahaya bagi keamanan regional dan warga sipil.
Sementara Uni Eropa menyerukan penahanan diri demi pemulihan demokrasi, Kolombia telah mengerahkan 30.000 tentara ke perbatasan timur untuk mengantisipasi potensi gejolak.
Saat ini, Nicolas Maduro telah berada di New York dalam kondisi diborgol untuk menghadapi dakwaan empat poin terkait narkoterorisme dan konspirasi impor kokain di pengadilan federal Manhattan pada hari Senin.
Baca Juga: Konflik Geopolitik Memanas, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik – Economix

[…] Karibia Memanas! AS Siagakan 15.000 Personel dan Karantina Laut untuk Lumpuhkan Minyak Venezuela […]