IHSG Cetak Rekor ke 9.000, Ini Kata Purbaya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menyentuh rekor tertinggi di level 9.002 pada Kamis (8/1) sekitar pukul 10.05 WIB.
Ia menilai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap kondisi dan prospek perekonomian Indonesia.
Purbaya menjelaskan bahwa IHSG merupakan cerminan pandangan investor pasar modal yang bersifat forward oriented terhadap fondasi ekonomi ke depan.
Menurutnya, masuk atau tidaknya investor ke pasar modal tidak ditentukan oleh pernyataan pemerintah semata, melainkan oleh keyakinan terhadap langkah-langkah kebijakan yang dijalankan.
Ia menegaskan, apabila investor tidak percaya, pasar tidak akan menguat meskipun pemerintah menyampaikan optimisme.
“IHSG itu menunjukkan bahwa investor semakin percaya pada fondasi perekonomian kita ke depan. Dia kan, investor pasar modal forward oriented, kalau mereka nggak percaya langkah-langkah kita walaupun saya ngomong sampai busa-busa, tetap aja jatuh investor nggak akan masuk,” kata Purbaya dikutip pada Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Menkeu Purbaya Cerita “Disentil” Prabowo saat Retret Hambalang, Soal Apa? – Economix
Bendahara Negara itu juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan akan membaik. Ia menilai perbaikan tersebut akan berdampak positif bagi kinerja perusahaan tercatat di bursa sekaligus memberikan keuntungan bagi investor.
Ketika investor melihat adanya implementasi kebijakan yang nyata, meskipun belum sempurna, serta prospek ekonomi yang dinilai membaik, maka keuntungan perusahaan berpotensi meningkat dan valuasi saham ikut naik. Kondisi itu mendorong investor untuk masuk ke pasar modal agar tidak tertinggal.
Selain itu, Purbaya menyampaikan optimisme bahwa IHSG masih berpeluang menembus level tertinggi sepanjang masa di angka 10.000. Ia menilai pencapaian level tersebut pada tahun ini bukan hal yang sulit.
Meski demikian, IHSG ditutup melemah pada perdagangan Kamis (8/1). Indeks turun 19,342 poin atau 0,22% ke level 8.925,471. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat bergerak di rentang 8.918,405 sebagai level terendah dan 9.002,920 sebagai level tertinggi.
Sementara itu, nilai transaksi pada penutupan pasar tercatat sebesar Rp29,020 triliun dengan volume perdagangan mencapai 55,078 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 3.842.407 kali, dengan 302 saham menguat, 370 saham melemah, dan 138 saham bergerak stagnan.
Baca Juga: Wakil Menkeu Beberkan Uang Pemda Belum Dibelanjakan Rp108 T di 2025 – Economix
