IHSG Rontok, Purbaya Pastikan Ekonomi RI Aman dan Jangan Panik
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, meminta pelaku pasar dan masyarakat untuk tetap tenang dalam menyikapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Ia menegaskan bahwa penurunan tersebut bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi fundamental perekonomian Indonesia.
Purbaya menilai tekanan di pasar saham lebih disebabkan oleh faktor psikologis dan kejutan jangka pendek, sementara fondasi ekonomi nasional dinilainya masih berada dalam kondisi yang baik. Menurutnya, indikator fundamental Indonesia tidak menunjukkan adanya masalah struktural yang dapat mengganggu stabilitas jangka panjang.
Baca Juga : Danantara Minta IHSG Berbenah, Contohkan India dan Hongkong
Ia juga menyoroti keberadaan saham-saham spekulatif atau yang sering disebut saham gorengan, yang menjadi salah satu pemicu tekanan pasar. Purbaya menilai pembersihan saham-saham tersebut merupakan langkah penting untuk memperkuat kualitas dan ketahanan pasar modal Indonesia.
Meski demikian, ia menekankan bahwa saham-saham berkapitalisasi besar dengan fundamental kuat justru belum mengalami kenaikan signifikan dan masih memiliki prospek yang baik.
Dalam pandangannya, perbaikan kondisi ekonomi ke depan akan terus berlanjut seiring dengan penguatan fondasi fiskal. Untuk itu, Purbaya memastikan pemerintah akan menjaga kesehatan fiskal negara melalui langkah-langkah pembenahan di sektor penerimaan, termasuk melakukan perombakan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Pajak. Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan penerimaan negara secara berkelanjutan.
Purbaya menambahkan bahwa hasil dari perbaikan tata kelola dan peningkatan penerimaan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan menggunakan ruang fiskal yang ada untuk menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi pasar saat ini.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan tercatat kembali melanjutkan koreksi setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan penghentian sementara perdagangan saham (trading halt) selama 30 menit. Hingga pukul 09.58 WIB, IHSG tercatat melemah 9,14% atau turun 760,76 poin ke level 7.559,8.
Baca Juga : Iman Rachman Mundur, Bentuk Pertanggungjawaban?
Pada saat yang sama, sebanyak 728 saham tercatat melemah, 196 saham stagnan, dan 34 saham menguat. Nilai transaksi mencapai Rp11,95 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 14,03 miliar saham dalam 928.900 kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat berada di level Rp13.659 triliun.
