Trump Ngamuk Saat Wawancara, Tinggalkan Studio Mendadak
Presiden Amerika Serikat Donald Trump terlibat insiden tak biasa saat wawancara dengan program Meet the Press produksi NBC, di mana ia tiba-tiba meninggalkan sesi wawancara di tengah pertanyaan dan menginjak mikrofon kerah (clip-on) miliknya.
Peristiwa tersebut terjadi saat wawancara yang dipandu jurnalis Kristen Welker berlangsung di sebuah pertanian di Wisconsin, Minggu (7/6/2026), sebagaimana dikutip CNBC.
Sesi wawancara itu awalnya membahas sejumlah isu, mulai dari perang Iran hingga kebijakan suku bunga, namun memanas ketika pertanyaan mengarah pada dana kontroversial “weaponization fund” serta klaim kecurangan pemilihan presiden.
Baca Juga: Netanyahu Dihimpit Tekanan, Perang Iran Jadi Bumerang
Debat Panas soal Dana Kontroversial
Trump dicecar mengenai dana “weaponization fund” senilai 1,776 miliar dollar AS atau sekitar Rp 32,28 triliun yang dirancang untuk memberi kompensasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam serangan 6 Januari 2021 di Capitol Hill.
Dana tersebut menuai kontroversi karena dikaitkan dengan peristiwa penyerbuan gedung parlemen oleh ribuan pendukung Trump yang berupaya menggagalkan pengesahan kemenangan Joe Biden.
Meski Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche telah menyatakan program itu dihentikan, Trump tetap menegaskan dukungannya terhadap rencana tersebut.
“Kalau itu terserah saya, saya akan membayar mereka uang yang pantas mereka terima,” ujar Trump.
Ia juga menambahkan, “Orang-orang sudah hancur. Kehidupan hancur. Banyak yang bunuh diri, bayangkan saja,” tanpa memberikan bukti atas klaim tersebut.
Dana ini sendiri berawal dari penyelesaian gugatan antara Trump dan Internal Revenue Service (IRS) terkait kebocoran data pajak, yang kemudian memicu pembentukan skema kompensasi bagi pihak yang mengaku korban “perang hukum”.
Namun, program tersebut menuai penolakan di Kongres AS dan akhirnya diblokir pengadilan pada bulan lalu.
“Saya pikir dana persenjataan ide yang bagus,” kata Trump. “Jika disetujui, itu bagus; jika tidak disetujui, saya akan kecewa.”
Walkout Usai Didesak Bukti Kecurangan Pemilu
Ketegangan meningkat ketika Trump juga ditanya soal klaim lama mengenai kecurangan pemilu 2020, serta tudingan bahwa perusuh 6 Januari digiring oleh FBI ke Capitol Hill.
Saat diminta bukti oleh Kristen Welker, Trump tidak memberikan jawaban konkret dan justru kembali melontarkan tuduhan terkait pemilu.
“Pemilihan itu dicurangi, itu pemilihan kotor dan itu terjadi lagi sekarang di California,” tuduh Trump.
Ia juga menyerang sistem pemilu di California yang menggunakan pengiriman surat suara, yang menurutnya membuka celah kecurangan.
Ketika kembali didesak, Trump mengatakan, “Yang harus saya lakukan hanyalah melihat… Dan saya mendengarkan orang-orang dan mari kita lihat apa yang terjadi.”
Ia kemudian menambahkan, “Apakah menurut Anda pantas kalau mereka mengadakan pemilihan dan lima hari kemudian, mereka sama sekali belum menentukan pemenang?”
Trump juga melontarkan kritik kepada media.
“Mereka curang, sama seperti Anda curang, pers Anda curang dan Meet the Press juga curang,” ucapnya kepada sang presenter.
Baca Juga: Serangan Iran ke Israel Diumumkan Dihentikan Sementara
Akhiri Wawancara Secara Sepihak
Situasi semakin tegang ketika Trump terus didesak untuk memberikan bukti atas seluruh klaim yang disampaikan.
Tak lama kemudian, ia memutuskan menghentikan wawancara secara sepihak dan meninggalkan lokasi syuting.
“Mari kita akhiri saja karena saya sudah cukup, terima kasih, nona, selamat bersenang-senang,” kata Trump sebelum beranjak pergi dan tanpa sengaja menginjak mikrofon clip-on miliknya.
