Gentengisasi Prabowo Masuk APBN 2026, Ini Skemanya
Pemerintah memastikan program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, dengan kebutuhan anggaran yang dinilai masih terkendali dan tidak mencapai Rp 1 triliun.
Anggaran Gentengisasi Diklaim di Bawah Rp 1 Triliun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa perkiraan anggaran besar sebelumnya muncul karena asumsi keliru seolah seluruh rumah harus mengganti atap, padahal sasaran program hanya rumah tertentu yang masih menggunakan seng.
“Gentengisasi tidak sampai Rp 1 triliun. Kami bisa ambil dari dana cadangan,” ujar Purbaya seusai menghadiri Indonesia Economic Summit di Jakarta.
Ia menegaskan bahwa hanya sebagian rumah yang akan menjadi target penggantian atap sehingga kebutuhan anggarannya seharusnya jauh lebih kecil.
“Yang diganti paling berapa puluh persen diganti yang pakai seng. Jadi harusnya angkanya lebih kecil,” kata dia.
Ia menambahkan, perhitungan tersebut masih bersifat awal dan pemerintah masih membahas berbagai skema pendanaan agar belanja negara tetap efisien dan tidak membebani keuangan negara.
Baca Juga: Anggaran Rp20 T Dikucurkan Danantara untuk Proyek Hilirisasi Peternakan Ayam
Opsi Pendanaan Masih Dibahas Pemerintah
Pemerintah membuka sejumlah opsi pembiayaan program gentengisasi, mulai dari pemanfaatan dana cadangan APBN, Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara, hingga realokasi dari pos anggaran lain.
Salah satu opsi yang turut dikaji adalah kemungkinan penyesuaian pada program Makan Bergizi Gratis atau anggaran kementerian dan lembaga terkait.
“Ada kemungkinan dari situ (anggaran Makan Bergizi Gratis yang dipotong), ada kemungkinan dari tempat lain. Tapi cukuplah enggak banyak-banyak banget kalau enggak salah anggarannya,” tutur Purbaya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyebut pemerintah telah melakukan penghitungan kebutuhan biaya gentengisasi meski belum menetapkan secara rinci sumber pendanaannya.
Baca Juga: Dirut BPJS Kes Sebut Kesehatan Mahal, BPJS Bukan Cari Untung
Visi Prabowo Ubah Wajah Permukiman Indonesia
Gagasan gentengisasi pertama kali disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), dengan menyoroti masih banyaknya permukiman beratap seng berkarat.
“Saya ingin atap Indonesia dari genteng. Proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” kata Prabowo di hadapan para kepala daerah.
Menurut dia, atap seng membuat rumah terasa lebih panas, mudah berkarat, dan mengurangi kualitas visual lingkungan permukiman.
“Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat, jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” lanjut dia.
Ia pun berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan wajah permukiman Indonesia tidak lagi didominasi warna karat, dengan penggunaan genteng tanah liat atau material mineral lain yang dinilai lebih aman, lebih sejuk, dan lebih tahan lama.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, sebanyak 57,93 persen rumah tangga di Indonesia telah menggunakan genteng, sementara 31,48 persen lainnya masih memakai seng yang kerap dikeluhkan karena panas dan bising saat hujan.
Baca Juga: Kinerja Ekonomi RI Lampaui China, Ungkap Purbaya

[…] Gentengisasi Prabowo Masuk APBN 2026, Ini Skemanya […]