Trump Ultimatum Iran, Beri Waktu 10 Hari
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan Iran agar segera mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya atau menghadapi konsekuensi serius. Ia memberi sinyal tenggat waktu sekitar 10 hingga 15 hari sebelum Washington kemungkinan mengambil langkah lanjutan.
Di tengah peningkatan signifikan kekuatan militer AS di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran eskalasi lebih luas, Trump menyatakan negosiasi dengan Iran berjalan cukup baik. Namun, ia menegaskan bahwa kesepakatan yang dicapai harus bersifat “bermakna”.
Baca Juga : Trump Berikan Pujian ke Prabowo dan Sebut Tidak Akan Melawannya!
“Iran harus membuat kesepakatan mengenai program nuklirnya atau ‘hal-hal yang sangat buruk’ akan terjadi,” kata Trump, Kamis (19/2/2026), dilansir Reuters.
Trump, yang beberapa kali mengancam opsi militer terhadap Iran, juga menyinggung serangan udara AS pada Juni lalu. Ia menyebut kemampuan nuklir Iran telah “dihancurkan secara besar-besaran”.
Saat ditanya mengenai batas waktu, Trump menjawab, “Anda akan mengetahuinya dalam sekitar 10 hari ke depan”.
“Saya pikir itu waktu yang cukup, 10, 15 hari, kurang lebih itu batas maksimal,” tegasnya.
Meski demikian, ia tidak memaparkan secara rinci langkah yang akan ditempuh, selain kembali mengingatkan tentang kemungkinan konsekuensi serius apabila tidak tercapai kesepakatan.
Perundingan antara Iran dan AS telah dilakukan pada Selasa, di mana Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan kedua pihak telah menyepakati sejumlah “prinsip-prinsip panduan”.
Baca Juga : Ini 5 Poin Penting Rapat BoP, Prabowo Banjir Pujian!
Namun, sehari setelahnya, Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan masih terdapat perbedaan pandangan dalam sejumlah isu utama.
Di sisi lain, Iran menolak memberikan konsesi besar atas program nuklirnya dan menegaskan bahwa program tersebut ditujukan untuk kepentingan damai. Setelah sebelumnya, AS dan Israel menuding Teheran berupaya mengembangkan senjata nuklir.
