Mengapa Dapur MBG Dapat Insentif Rp6 Juta? Ini Penjelasan BGN
Badan Gizi Nasional menjelaskan alasan pemberian insentif sebesar Rp6 juta tiap harinya kepada tiap dapur Program Makan Bergizi Gratis atau MBG,
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengatakan hingga saat ini sekitar 24.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di berbagai daerah di Indonesia.
Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil model kolaborasi yang melibatkan organisasi serta mitra lokal di berbagai wilayah.
“Dengan kemitraan yang kita lakukan ini membuahkan dan mempermudah Program Makan Bergizi, sehingga hari ini di seluruh Indonesia sudah ada 24.000 SPPG dari Sabang sampai Merauke,” ujar Dadan dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).
Baca Juga: Terungkap Penyebab Agrinas Putuskan Impor Truk dan Pikap India
Ia menjelaskan, pola kemitraan tersebut mempercepat pelaksanaan program tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pembangunan fisik oleh negara.
Dengan menggandeng mitra, infrastruktur layanan dinilai dapat tersedia lebih cepat sehingga distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat tidak tertunda.
Insentif Rp6 Juta Disebut Lebih Efisien dan Percepat Program
Dari sisi anggaran, BGN menetapkan insentif Rp6 juta per hari untuk setiap SPPG atau sekitar Rp144 juta per bulan.
Skema ini dinilai lebih efisien dibandingkan apabila pemerintah membangun dan mengelola seluruh fasilitas secara mandiri, yang membutuhkan investasi awal jauh lebih besar.
Dadan menekankan bahwa faktor kecepatan menjadi aspek krusial dalam pelaksanaan program berskala nasional tersebut.
Ia pun menyebut waktu sebagai nilai strategis yang tidak dapat diulang.
“Yang paling berharga dari proses kemitraan ini adalah the winning of time, yaitu kecepatan waktu. Waktu merupakan salah satu faktor di dunia ini yang tidak dapat dikembalikan. Karena itu, dalam Al-Qur’an disebutkan Wal ‘Ashr (Demi Waktu). Hal tersebut sangat relevan,” ungkapnya.
BGN menegaskan percepatan pembangunan seta penguatan kemitraan hendak dilakukan terus agar target nasional MBG tercapai tepat waktu daj berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga: Penerima Restitusi Pajak Bernilai Besar dan Mencurigakan akan Diaudit Purbaya
