Siapa Esmail Qaani? Jenderal Iran yang Dituding Mengkhianati Khamenei
Serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran sejak 28 Februari dilaporkan menewaskan sejumlah tokoh penting negara tersebut, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta beberapa pejabat lainnya.
Di tengah serangan tersebut, satu tokoh militer dilaporkan selamat, yakni Esmail Qaani atau Ismail Qaani. Ia merupakan komandan Quds Force, unit operasi luar negeri elit Iran yang berada di bawah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Pasukan Quds dikenal berperan dalam mempersenjatai serta mengoordinasikan jaringan kelompok yang disebut sebagai “Poros Perlawanan” di kawasan Timur Tengah. Fakta bahwa Qaani selamat dari serangan tersebut kemudian memicu spekulasi di dalam negeri Iran, bahkan muncul tuduhan bahwa ia melakukan spionase.
Kecurigaan terhadap Qaani muncul karena ia juga dilaporkan selamat dari dua serangan Israel pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya pengkhianat di lingkaran dalam kepemimpinan Iran.
Baca Juga : Australia Terbangkan Pesawat Militer ke Timur Tengah, Ada Apa?
Tuduhan Mata-Mata Mossad
Spekulasi tersebut sebenarnya telah dibantah oleh badan intelijen Israel, Mossad. Dalam pernyataannya, Mossad menolak rumor yang menyebut Qaani sebagai agen mereka.
“Ismail Qaani, komandan Pasukan Quds dari IRGC, bukanlah mata-mata kami”, sebagaimana dimuat laman Turki En.Haberler.
Pernyataan ini sekaligus menepis rumor yang selama berbulan-bulan menyebut jenderal Iran tersebut telah membelot ke intelijen Israel. Meski demikian, spekulasi dan interogasi terhadap dirinya disebut tetap berlangsung.
Qaani yang kini berusia 67 tahun merupakan salah satu komandan senior IRGC yang bertanggung jawab atas operasi luar negeri Iran. Ia ditunjuk menggantikan Qasem Soleimani yang tewas pada 2020 akibat operasi militer AS di Baghdad, Irak.
Di bawah kepemimpinannya, jaringan Poros Perlawanan di Timur Tengah menghadapi berbagai tekanan besar. Beberapa tokoh penting dari kelompok yang berafiliasi dengan Iran dilaporkan tewas, termasuk kepala politik Hamas, Ismail Haniyeh, serta pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah.
Sebagai komandan Pasukan Quds, Qaani seharusnya memegang peran utama dalam mengelola jaringan proksi regional Iran selama konflik yang berlangsung.
Spekulasi Penangkapan hingga Eksekusi
Selama perang Iran–Israel yang berlangsung selama 12 hari pada tahun lalu, beberapa media sempat melaporkan bahwa Qaani tewas. Namun laporan tersebut terbantahkan setelah ia muncul kembali di publik saat perayaan di Teheran pada akhir Juni 2025.
Saat itu, ia terlihat mengenakan pakaian sipil dan topi baseball dalam kondisi sehat.
Peristiwa serupa juga terjadi pada Oktober 2024. Saat itu Qaani kembali dilaporkan tewas, tetapi kemudian diketahui bahwa ia hanya menjalani interogasi sebelum akhirnya tampil di televisi pemerintah Iran.
Di sisi lain, Israel sempat merilis daftar pejabat Iran yang menjadi target operasi mereka. Namun nama Qaani tidak tercantum dalam daftar tersebut yang disebut telah “lengkap”.
Kabar Ditangkap dan Dieksekusi
Sementara itu media The National melaporkan munculnya klaim baru di media sosial yang menyebut Qaani telah ditangkap bahkan dieksekusi. Klaim tersebut beredar luas melalui sejumlah akun di platform X.
“Esmail Qaani, kepala Pasukan Quds Iran telah dieksekusi oleh IRGC,” kata sebuah akun X dimuat The National Kamis (5/3/2026).
“Dia telah selamat dari semua upaya pembunuhan sejauh ini… bahkan bersama Khamenei selama pemboman AS-Israel ia berhasil melarikan diri,” tambah laman itu.
“Sebelumnya, dia ditahan oleh IRGC karena dicurigai sebagai agen Mossad.”
Meski demikian, hingga saat ini pemerintah Iran maupun IRGC belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar tersebut.
Baca Juga : Untuk Lumpuhkan Amerika, Iran Simpan Senjata Ampuh Ini

[…] Siapa Esmail Qaani? Jenderal Iran yang Dituding Mengkhianati Khamenei […]
[…] Baca Juga: Profil Esmail Qaani, Jenderal Iran yang Dituding Khianati Khamenei […]