Konflik AS-Israel vs Iran Memanas, Ini Perkembangan Terbarunya
Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran sejak Sabtu lalu. Situasi tersebut memicu berbagai perkembangan baru di sejumlah negara kawasan hingga mempengaruhi dinamika politik global.
Berikut rangkuman perkembangan terbaru konflik tersebut hingga Kamis (5/3/2026) siang.
1. Ledakan di Teheran
Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan beberapa ledakan terdengar di ibu kota Teheran pada Kamis pagi.
Pemerintah Iran disebut telah mengaktifkan sistem pertahanan udara sebagai respons atas situasi tersebut.
2. Iran Meluncurkan Rudal ke Israel
Iran meluncurkan serangkaian rudal baru ke wilayah Israel pada Kamis pagi. Serangan itu memicu peringatan di sejumlah wilayah, termasuk Tel Aviv, menurut militer Israel dan media pemerintah Iran.
Ledakan juga terdengar di Yerusalem setelah sirine peringatan rudal berbunyi. Meski demikian, layanan darurat Israel menyatakan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
3. Serangan Udara Menghantam Benteng Hizbullah
Serangan udara dilaporkan menghantam wilayah yang menjadi basis Hizbullah di Beirut selatan, Lebanon, pada Kamis pagi.
Serangan tersebut terjadi setelah Israel sebelumnya mengeluarkan peringatan kepada warga.
Di lokasi lain, tiga orang dilaporkan tewas dalam dua serangan Israel terhadap kendaraan di jalan menuju bandara Beirut, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Baca Juga: Proyek Tangki Minyak Baru Indonesia dimulai, Waspada Krisis Energi?
4. Tumpahan Minyak di Dekat Kuwait
Sebuah kapal tanker dilaporkan terkena “ledakan besar” di perairan lepas pantai Kuwait hingga menyebabkan tumpahan minyak.
Hal tersebut disampaikan oleh badan keamanan maritim Inggris, UKMTO.
“Kapten sebuah kapal tanker yang sedang berlabuh melaporkan telah menyaksikan dan mendengar ledakan besar di sisi kiri kapal, kemudian melihat sebuah kapal kecil meninggalkan area tersebut di lepas pantai Mubarak Al-Kabeer, negara Teluk tersebut,” demikian laporan UKMTO.
5. Qatar Mengevakuasi Warga Dekat Kedutaan AS
Pemerintah Qatar mulai mengevakuasi warga yang tinggal di sekitar Kedutaan Besar Amerika Serikat di ibu kota negara itu.
Langkah tersebut dilakukan sebagai tindakan pencegahan setelah serangan Iran. Pengumuman disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri Qatar.
6. Turki Menyebut Rudal Iran Berhasil Dihancurkan
Pejabat Turki mengatakan sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah udara Turki telah dihancurkan oleh sistem pertahanan udara NATO.
Rudal tersebut dilaporkan melintasi wilayah Irak dan Suriah sebelum dihentikan. Kementerian Pertahanan Turki tidak menyebutkan target yang dituju rudal tersebut.
Namun, Kementerian Luar Negeri Turki telah memanggil duta besar Iran terkait insiden tersebut.
Seorang pejabat Turki yang berbicara kepada AFP secara anonim mengatakan rudal itu “ditujukan ke pangkalan di Siprus Yunani”, namun melenceng dari jalurnya.
7. Trump dan Netanyahu Memuji Operasi Militer
Presiden AS Donald Trump memuji kinerja militer Amerika Serikat dalam konflik tersebut.
“Kita berhasil di medan perang, singkatnya. Seseorang bertanya, pada skala 10, di mana Anda akan menilainya? Saya katakan sekitar 15,” kata Trump kepada para petinggi perusahaan teknologi.
Hal serupa disampaikan oleh Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Pemerintah Israel menyatakan bahwa negara tersebut bersama Washington telah mencapai “kemajuan bersejarah” dalam perang tersebut.
8. Senat AS Menolak Upaya Menghentikan Perang
Senat Amerika Serikat menolak resolusi bipartisan yang bertujuan membatasi kewenangan Presiden Donald Trump untuk melanjutkan serangan militer terhadap Iran.
Dengan Partai Republik memegang mayoritas 53-47 di Senat, resolusi tersebut gagal disahkan.
Baca Juga: Pesawat Militer Tetangga RI sampai ke Timur Tengah, Ikut Perang?
9. Kanada Menyatakan Dukungan kepada Sekutu
Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan negaranya tidak dapat “mengesampingkan partisipasi” dalam konflik yang terus memanas.
Ia menegaskan Kanada akan tetap mendukung negara-negara sekutunya.
10. Spanyol Bantah Klaim AS
Pemerintah Spanyol menegaskan kembali penolakannya terhadap penggunaan pangkalan militer negaranya oleh Amerika Serikat untuk operasi terhadap Iran.
Pernyataan tersebut muncul setelah Gedung Putih mengklaim Madrid telah setuju bekerja sama.
Namun, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menegaskan sikap negaranya tidak berubah.
Ia menyatakan posisi Spanyol mengenai “pangkalan militer, tentang perang di Timur Tengah, tentang pemboman Iran, sama sekali tidak berubah”.
11. China Kirim Utusan untuk Menengahi
China menyatakan akan mengirim utusan khusus ke Timur Tengah untuk membantu proses mediasi konflik.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Beijing diketahui merupakan mitra dekat Iran dan sebelumnya menyerukan agar Amerika Serikat dan Israel menghentikan serangan mereka.
12. Qatar Kecam Iran
Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengecam Menteri Luar Negeri Iran dalam percakapan telepon.
Ia menuduh Teheran mencoba menyeret negara-negara tetangganya ke dalam konflik.
13. Krisis Kargo di Teluk Semakin Dalam
Beberapa perusahaan pelayaran besar dunia mulai menangguhkan pemesanan di kawasan Teluk.
Perusahaan Denmark Maersk dan perusahaan Jerman Hapag-Lloyd mengumumkan langkah tersebut setelah melakukan penilaian risiko keamanan.
Sebelumnya, perusahaan pelayaran China Cosco juga telah mengumumkan kebijakan serupa.
Situasi ini terjadi setelah Iran memperingatkan kapal-kapal untuk tidak melintasi Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia.
Harga minyak global pun dilaporkan meningkat dalam beberapa hari terakhir.
14. Awak Kapal di Selat Hormuz Diselamatkan
Angkatan Laut Oman menyelamatkan 24 awak kapal kontainer yang terkena serangan rudal di Selat Hormuz.
Pasukan Iran mengklaim telah mengambil “kendali penuh” atas selat tersebut.
Pernyataan itu muncul sehari setelah Trump mengatakan Angkatan Laut AS siap mengawal kapal tanker yang melintas di wilayah tersebut.
15. Sri Lanka Temukan 87 Jenazah
Sebuah kapal perang Iran dilaporkan tenggelam setelah terkena torpedo yang ditembakkan oleh kapal selam Amerika Serikat di lepas pantai Sri Lanka.
Angkatan Laut Sri Lanka menyatakan sedikitnya 87 jenazah ditemukan dari insiden tersebut.
Baca Juga: Kirim Gelombang Serangan ke Kedubes AS di Kawasan Teluk, Iran Ngamuk!
