RI Dapat Hibah Rp2,68 Miliar dari Jepang, Ini Tujuannya
Pemerintah Jepang kembali menyalurkan dana hibah kepada Indonesia melalui skema Bantuan Hibah Grassroots untuk Keamanan Manusia. Pada tahap terbaru ini, bantuan senilai 25 juta yen atau sekitar Rp2,68 miliar dialokasikan untuk mendukung proyek di bidang pendidikan dan kesehatan di tiga daerah.
Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Myochin Mitsuru, menjelaskan bahwa dua sektor tersebut menjadi prioritas bantuan Jepang karena berkaitan erat dengan konsep human security atau keamanan manusia.
“Kami sangat mementingkan apa yang kami sebut keamanan manusia, yaitu agar orang-orang dapat hidup dengan bermartabat. Karena itu pendidikan dan kesehatan sangat penting, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan,” kata Mitsuru setelah penandatanganan kontrak bantuan hibah di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan bahwa kebutuhan di sektor pendidikan dan kesehatan masih sangat besar di berbagai daerah di Indonesia, terutama di tingkat masyarakat akar rumput.
“Kami memahami bahwa kebutuhan di bidang tersebut sangat besar. Oleh karena itu kami fokus pada sektor-sektor ini. Kami percaya jenis bantuan ini sangat dibutuhkan untuk kebutuhan masyarakat akar rumput,” ujarnya.
Tiga Proyek Penerima Hibah
Pada periode kedua tahun anggaran 2025, terdapat tiga proyek yang ditetapkan sebagai penerima hibah setelah melalui proses seleksi. Ketiga proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan di tingkat masyarakat.
Baca Juga : Perang Timur Tengah Picu Bebani Subsidi Energi RI
Proyek pertama adalah pembangunan gedung sekolah untuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sirfah di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Hibah yang diberikan mencapai 9,5 juta yen atau sekitar Rp1,02 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun dua unit gedung sekolah baru yang terdiri dari empat ruang kelas serta fasilitas penyediaan air bersih.
PKBM Sirfah menyediakan pendidikan gratis bagi masyarakat yang putus sekolah agar dapat memperoleh ijazah setara SD hingga SMA. Namun selama ini kegiatan belajar masih terkendala karena belum memiliki ruang kelas sendiri dan harus meminjam ruang sekolah lain.
Proyek kedua adalah pengadaan peralatan medis untuk Rumah Sakit Katolik Marianum Halilulik di Kabupaten Belu. Bantuan senilai 6,4 juta yen atau sekitar Rp695 juta akan digunakan untuk menyediakan berbagai peralatan medis, seperti satu unit inkubator darah, satu mesin pemisah plasma, serta 20 set tempat tidur medis buatan Jepang.
Saat ini rumah sakit tersebut baru mampu melayani sekitar 40% pasien yang membutuhkan transfusi darah akibat keterbatasan peralatan. Selain itu, sejumlah tempat tidur pasien juga sudah tidak layak digunakan karena usia pemakaian yang cukup lama.
Sementara itu, proyek ketiga adalah pembangunan gedung sekolah baru untuk SD Islam Al-Hidayah Karang Pucung di Kabupaten Lampung Selatan. Hibah senilai 9 juta yen atau sekitar Rp964,8 juta akan digunakan untuk membangun satu gedung sekolah yang terdiri dari tiga ruang kelas, empat unit toilet, serta pengadaan perlengkapan kelas seperti meja dan kursi siswa, meja guru, dan papan tulis.
Saat ini proses belajar mengajar masih berlangsung di gedung sekolah yang berusia sekitar 60 tahun dan berisiko roboh. Selain itu, keterbatasan ruang kelas membuat sekolah harus menolak sekitar 15 calon siswa setiap tahun.
Peluang Bantuan Tambahan
Mitsuru juga menyampaikan kemungkinan program hibah serupa akan kembali dilanjutkan pada tahun fiskal Jepang berikutnya.
“Tahun fiskal Jepang dimulai pada April dan berakhir pada Maret tahun berikutnya. Saat ini kami mendekati akhir tahun fiskal, sehingga tentu kami akan mempertimbangkan secara positif bantuan lebih lanjut bagi Indonesia pada tahun fiskal berikutnya,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah Jepang belum dapat memastikan jumlah proyek maupun organisasi penerima bantuan selanjutnya karena masih dalam tahap pembahasan.
“Kami berharap dapat melanjutkan jenis bantuan ini, tetapi untuk jumlah proyek dan penerima bantuannya masih dalam tahap diskusi,” ujarnya.
Baca Juga : Mulai Tinggalkan Timur Tengah, RI Mulai Impor Minyak dari AS
Sebelumnya, melalui program yang sama, pemerintah Jepang juga telah mengucurkan dana sekitar Rp2 miliar untuk pembangunan dan perbaikan fasilitas sekolah di beberapa daerah, termasuk di Lampung dan Jawa Tengah. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan ruang kelas baru, perbaikan gedung sekolah yang rusak, serta penyediaan fasilitas penunjang belajar bagi ratusan siswa.

[…] RI Dapat Hibah Rp2,68 Miliar dari Jepang, Ini Tujuannya […]