Prabowo Dorong Kendaraan Listrik, BBM Disebut untuk Orang Kaya
Presiden Prabowo Subianto mengungkap rencana besar pemerintah untuk mengonversi kendaraan berbahan bakar bensin menjadi tenaga listrik di Indonesia.
Langkah ini diyakini dapat menekan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) sekaligus menghemat pengeluaran masyarakat.
Rencana tersebut mencakup seluruh jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga truk.
Di sisi lain, penggunaan bensin tetap akan tersedia, namun dengan harga yang mengikuti pasar global.
Baca Juga: Tiga Negara Siap Jadi Mediator dalam Upaya Damai AS-Iran
Konversi kendaraan listrik disebut jadi “game changer”
Prabowo menegaskan bahwa konversi kendaraan ke listrik akan berdampak besar bagi ekonomi nasional.
Ia menyebut biaya operasional kendaraan listrik jauh lebih murah dibandingkan bensin.
“Semua motor kita akan kita konversi menjadi motor listrik. Semua mobil, semua truk, semua traktor harus tenaga listrik jadi nanti orang kaya yang punya Lamborghini, Ferrari, silakan lo pakai bensin lo bayar aja harga dunia, mau US$ 200, yang lain kita sudah bikin simulasi ternyata naik motor, kalau dia pakai listrik pengeluarannya tinggal 20%, seperlima, jadi ini, this is our game changer,” terang Prabowo.
Menurut dia, skema ini membuat masyarakat luas dapat menikmati biaya transportasi yang lebih rendah.
Sementara itu, penggunaan bensin akan lebih diarahkan bagi kelompok tertentu yang mampu mengikuti harga pasar internasional.
Baca Juga: Update Timur Tengah: Isu Trump Kalah hingga Arah Baru Teheran
Pemerintah siapkan energi bersih dan subsidi konversi
Selain konversi kendaraan, Prabowo juga menargetkan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya secara masif.
Ia menyebut Indonesia harus memiliki kapasitas PLTS hingga 100 gigawatt dalam waktu satu tahun ke depan.
“Kita masih punya pembangkit listrik tenaga diesel sebesar 13 GW, ini yang kita tutup. Tidak boleh ada lagi listrik dari diesel, terlalu mahal jadi kita sekira dalam waktu dekat 13 GW bisa kita adakan, very soon kita tidak akan pakai diesel-solar untuk listrik,” tegas Prabowo..
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan skema subsidi untuk mendukung percepatan konversi kendaraan listrik.
“Semacam begitu (subsidi), tapi nanti kita cari formulasi yang baik,” kata Bahlil.
Ia menjelaskan, subsidi yang akan diberikan kemungkinan lebih kecil dibanding program sebelumnya.
Jika sebelumnya subsidi konversi motor listrik mencapai Rp 7–10 juta per unit, ke depan diperkirakan berada di kisaran Rp 5–6 juta karena biaya teknologi yang semakin murah.
