Apa Alasan Prabowo Tetap Pertahankan Anggaran MBG?
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi prioritas pemerintah meskipun terdapat kebijakan efisiensi anggaran yang dipicu dampak konflik di Timur Tengah.
Prabowo menjelaskan bahwa program MBG memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama dalam upaya menurunkan angka stunting di Indonesia. Selain berdampak pada sektor kesehatan, program ini juga dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi melalui terbukanya lapangan kerja di berbagai sektor, mulai dari rantai distribusi bahan pangan hingga proses produksi makanan.
Baca Juga : Trump Hentikan Serangan ke Iran, Pertanda Perang Usai?
Ia juga memastikan kepada masyarakat bahwa kondisi keuangan negara masih memadai untuk mendukung keberlanjutan program tersebut. Menurutnya, upaya penghematan anggaran dapat dilakukan melalui berbagai cara lain tanpa harus mengurangi program strategis seperti MBG.
“Jadi, jangan ke arah oke ada krisis nanti kita hentikan MBG. Iya kan? Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak. Saya haqul yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat,” kata Prabowo dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang dilakukan beberapa waktu lalu, dikutip Rabu (25/3/2026).
Pemerintah Prioritaskan Program Produktif
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menegaskan bahwa pemerintah tidak berencana memangkas anggaran untuk sejumlah program prioritas nasional.
Program-program seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat tetap menjadi fokus utama pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Nggak dong (dipotong), kita lebih memilih untuk kurangi belanja-belanja yang tidak efektif lah atau kurang berdampak itu yang direalokasi agar program yang produktif, berdampak dan membantu meringankan beban masyarakat itu yang diutamakan,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah lebih memilih untuk mengurangi pengeluaran yang dinilai kurang efektif, lalu mengalihkan anggaran tersebut ke program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Rapat Koordinasi Bahas Energi dan Kebijakan Ekonomi
Pemerintah juga telah menggelar rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga pada Selasa (24/3/2026) untuk membahas sejumlah langkah strategis menghadapi dampak krisis global, khususnya yang berkaitan dengan sektor energi dan ekonomi nasional.
Rapat tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan melibatkan sejumlah pejabat penting lainnya.
Dalam keterangan resmi melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, disebutkan bahwa pertemuan tersebut menjadi forum untuk menyampaikan berbagai pandangan strategis sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan ke depan.
“Dalam pertemuan tersebut, berbagai pandangan strategis disampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan,” tulis akun Instagram Sekretariat Kabinet, dikutip Rabu (25/3/2026).
Baca Juga : Netanyahu Soroti Langkah Trump untuk Damai dengan Iran!
Meski demikian, rincian hasil rapat belum dipublikasikan secara detail. Pertemuan tersebut berlangsung secara daring dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

[…] Apa Alasan Prabowo Tetap Pertahankan Anggaran MBG? […]