Mineral RI Diincar Trump, Prabowo Tegaskan RI Tidak Rugi
Presiden Prabowo Subianto menjawab sorotan terkait klausul dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Isu tersebut mencuat setelah adanya pertanyaan mengenai kewajiban Indonesia membuka akses tambang mineral kritis bagi perusahaan AS.
Pertanyaan itu disampaikan oleh Mohammad Faisal dalam program “Presiden Prabowo Menjawab”.
Ia menilai klausul tersebut berpotensi bertentangan dengan agenda hilirisasi dan industrialisasi pemerintah.
Baca Juga: Kenapa Prabowo Pertahankan Anggaran MBG? Ini Sebabnya
Prabowo tegaskan hilirisasi tetap jadi prioritas
Menanggapi hal itu, Prabowo menegaskan bahwa pembukaan akses bukan berarti membebaskan ekspor bahan mentah.
Ia menyebut pemerintah tetap mewajibkan proses pengolahan dilakukan di dalam negeri.
“Kalau melihat klausulnya kita disuruh buka full access bukan hanya untuk processing, tapi sampai mining. Ini saya terus terang bertanya ini, ada beberapa yang tidak sejalan dengan program prioritas kita untuk hilirisasi dan kalau kita jalankan ini bagaimana dengan masa depan hilirisasi, industrilasiasi kita?” kata Faisal.
Prabowo kemudian menjawab, “Kita minta bahan mentah diprocessing, kalau dia mau mining process di sini tetap dong, itu dasar hilirisasi, processing di Indonesia.”
Ia menambahkan, kebijakan tersebut juga berlaku bagi negara lain, termasuk perusahaan dari China dan Eropa yang telah lebih dulu berinvestasi di Indonesia.
Menurutnya, pemerintah hanya membuka akses investasi, namun tetap mengatur mekanisme dan harga sesuai standar internasional.
“Yang penting kan dia minta akses, kita enggak tutup akses, tapi they have to pay international market price, mau Antam yang main, mau apa, kan begitu,” paparnya.
Baca Juga: Kendaran Listrik DIdorong Prabowo, Sebut BBM untuk Orang Kaya
Pemerintah dorong industrialisasi dalam negeri
Selain soal tambang, Prabowo juga menyinggung kebijakan terkait tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Ia menilai kebijakan tersebut selama ini tidak sepenuhnya melindungi industri lokal karena banyak produk masih didominasi perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia.
“All this non tariff barrier untuk melindungi, melindungi apa? kita enggak punya industrinya kok, kita punya industri mobil? kan enggak ada, dengan segala hormat loh, Jepang sudah berapa puluh tahun di Indonesia, itu kan basically produk Jepang itu kan,” kata Prabowo.
Karena itu, pemerintah kini fokus memperkuat industrialisasi nasional agar mampu menghasilkan produk dalam negeri dengan nilai tambah lebih tinggi.
Ia menekankan pentingnya membangun industri manufaktur seperti pabrik motor dan mobil di dalam negeri.
“Ya sekarang kita yang penting harus industrialisasi, kita harus bikin pabrik motor, pabrik mobil, that’s where we get the real margin, the real value added. Enggak mungkin lah kita korbankan kepentingan nasional kita, enggak ada masalah bagi kita, enggak mungkin,” pungkas dia.

[…] Mineral RI Diincar Trump, Prabowo Tegaskan RI Tidak Rugi […]